Jangan lupa vote dan komentarnya
Selamat membaca
***
“Ti..tidak tuan” jawab mereka berdigik ngeri, meski sudah sering melihat kegilaan itu terjadi. Namun sikap tidak terduga Julian layaknya bom yang dapat meledak kapapun.
Julian mendengus kecewa mendengar jawaban pengawalnya, dalam satu ayunan kuat dia menancapkan pisau ke dada Yogas tepat di jantung Yogas hingga pria malang itu mati seutuhnya.
Julian mengusap pisaunya yang penuh darah dengan sapu tangan dan kembali memasukannya ke saku dengan senyuman lebar. lalu berdiri dan memandang para pengawalnya yang sejak awal menyaksikan dan hanya bisa diam dengan perasaan takutnya.
Pandangan Julian mengedar, suara tembakan pistolnya pasti sudah terdengar oleh beberapa telinga dan sebentar lagi akan ada polisi yang memastikan.
“Bereskan dia” perintah Julian sambil menggaruk pipinya setengah berfikir, “Barusan kurang seru.” Gerutunya seraya menyusut bercak darah di tangannya dengan sapu tangan. Dengan mudah dan tanpa beban Julian pergi meninggalkan mayat Yogas yang tengah di bereskan anak buahnya.
***
“Nona Yu harus di rawat dengan intesife tuan. Tangannya terluka parah, jika terus di biarkan dia akan mengalami kelumpuhan.” Kata Dokter dengan suara pelannya.
Wajah Julian memucat, selama ini dia mengira jika keadaan tangan Yura membaik. Mengingat jika gadis itu tidak pernah mengeluh dan sering pergi ke dokter untuk melakukan terapi. “Apakah dia tahu?”
“Nona Yu tahu. Justru dia yang meminta jika keadaanya harus di rahasiakan.”
Bahu Julian merosot, punggungnya bersandar pada sofa berusaha mencerna perkataan sang dokter.
“Saya permisi tuan. Tolong berikan obatnya dengan rutin agar nona Yu tidak kesakitan.”
Julian mengangangguk lemah, masih terbawa dalam kebingungannya. Pandangannya mengedar, berfikir keras memikirkan jalan fikiran Yura. mengapa Yura menyembunyikan keadaannya yang sebenarnya?.
Bagaimana Yura melewati semua bebannya sendirian hingga mengelabui semua orang dengan ketegasan dan sifat dinginnya.
Ada sepercik rasa penyesalan yang menghantam diri Julian..
Julian beranjak dengan melangkah gontai, dia berdiri di ambang pintu diam-diam memperhatikan Yura yang duduk terlihat termenung memandang jendela di depannya.
“Masuklah. Ada yang harus ku jelaskan” kata Yura, tanpa mengalihkan pandangannya.
Julian menarik nafasnya dalam-dalam dan masuk, lalu duduk di sisi ranjang. Kemarahannya yang sempat menguap harus hancur karena perasaan bersalah.
Julian yakin, ada yang tidak beres dengan ini semua..
***
Julian Pov
Aku tidak mengerti mengapa harus mengikuti permainan Yu sampai sejauh ini. Aku tidak pernah merasakan perasaan sakit yang berbeda pada hatiku sebelum mengenal dia, namun aku ingin tahu segalanya tentang dia.
Apa yang sebenarnya terjadi padaku?. Tidakah aku merindukan di kelilingi banyak wanita yang memujaku?. Mengapa sekarang aku yang berbanding balik dengan memuja seorang wanita.
Yu masih memalingkan wajahnya, menyembunyikan tanda merah membengkak di pipi dan sudut bibir, luka di kening dan goresan tajam di lehernya. Dia tertunduk mengusap permukaan ranjang, matanya mengatakan jika dia tengah mengenang sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY RICH MAN 18+ (END)
DiversosSemua orang selalu menganggapnya pria gila. Julian Giedon, pria yang pandai menghasilkan uang dengan kegilaannya yang menjadikannya salah satu pria terkaya di dunia. Julian suka pesta dan kebebas dalam hidup dan berpikir, dia adalah bad boy terfavo...
