Jangan lupa vote dan komentarnya
Terimakasih
***
Author Pov
"Apa nenek sudah gila?" Geram Julian menahan nada suaranya agar tetap sopan.
"Kenapa Julian?" Pegangan Ema pada tongkatnya mengerat. "Kau mau menolak permintaan ibumu?"
"Apa maksud nenek?."
"Kejar dia" perintah Ema mengisyaratkan agar Julian segera pergi, "Nanti aku jelaskan" tambahnya lagi meyakinkan keraguan Julian.
Tanpa fikir panjang lagi Julian langsung pergi menyusul Yura yang sudah pergi keluar.
Sementara, di tempat lain Yura tengah berusaha menggapai tombol di lift dengan susah payah. Seorang karyawan perusahaan menatapnya iba dan menawarkan bantuan.
Perkataan Ema sudah menakutinya, Yura benci dengan kehidupan orang-orang di sekitarnya. Ema memperkenal dirinya jika dia ibu Thomas. Andai yang berbicara bukan Ema, Yura akan memakluminya.
Namun Ema bukan orang sembarangan, dia seorang ratu. Sangat tidak mungkin jika Ema berkata dengan bercanda. Yura masih ingat betul bagaimana dulu ayahnya berkorban untuk melindungi keluarganya yang retak di tengah-tengah konflik dan tugas yang Ema berikan untuk mempertahankan kerajaan.
Kerajaan memang selamat. Namun Yura di buang demi keamanan, dan semuanya berakhir dengan penghiatan ibunya yang tidak tahu diri dan kematian Ayahnya yang tidak wajar.
Lalu, dimana Ema waktu itu?. Dia tidak melindungi Ayahnya yang sudah banyak berkorban.
Yura benci kekuasaan, uang dan segala konflik yang tidak berujung. Yura benci memiliki keterkaitan dengan kerjaan.
Yura ingin kebebasan dan hidup normal, sama seperti dia ketika masih di Hong Kong..
Yura sangat kecewa. Dia berfikir Thomas membawanya kembali ke Neydish, dengan ketulusan agar dia bisa hidup lebih tenang. Nyatanya Thomas memiliki alasan lain.
Lift terbuka menandakan jika dia sudah berada di lantai satu. Ruangan luas membentang jauh menuju ruang pintu keluar, robot-robot penjaga bergerak lalu lalang bergerak di atas marmer.
Yura menggerakan tuas kemudi roda menuju pintu keluar.
Dari kejauhan Yura dapat melihat Nately dan Daniel berlari ke arahnya.
"Yu, apa yang terjadi padamu" heboh Nately melihat keadaan Yura.
"Kecelakaan kecil" senyuman Yura memaksakan, menutupi perasaan takutnya. "Kau mau apa kesini Nat?"
"Ya ampunn.." dalam satu gerakan Nately membungkuk dan memeluk Yura, "Bagaimana ini bisa terjadi?."
Daniel menarik kursi roda Yura, menjauhkannya dari jangkauan Julian yang baru keluar dari pintu. Setelah kejadian di club, Daniel sudah bisa memastikan jika Yura harus jauh dari pria seperti Julian.
"Juls, kenapa kau tidak dapat di hari pelulusanmu, aku menunggu!" Cecar Nately langsung bergelayut manja di lengan Julian, kakinya berjinjit dengan hilsnya untuk mengecup sudut bibir Julian.
Yura membuang tatapannya ke arah Daniel, perasaan canggung langsung membanjiri hatinya.
"Lepas Nat, aku ada urusan dengan Yu" tekan Julian menepis sentuhan Nately.
"Juls, kenapa kau marah?. Aku hanya bertanya."
"Kita harus bicara" Julian menarik kursi roda Yura dan mengabaikan Nately.
Dengan cepat Daniel merebut kursi rodanya lagi, "Yu ikut denganku."
"Sudalah Juls, biarkan saja mereka" timpal Nately menahan Julian untuk tidak mengejar Daniel yang membawa yang membawa Yura menuju mobilnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY RICH MAN 18+ (END)
DiversosSemua orang selalu menganggapnya pria gila. Julian Giedon, pria yang pandai menghasilkan uang dengan kegilaannya yang menjadikannya salah satu pria terkaya di dunia. Julian suka pesta dan kebebas dalam hidup dan berpikir, dia adalah bad boy terfavo...
