Jangan lupa vote dan komentarnya
Selamat membaca
"Nona Anda sudah lama sekali tidak berkunjung" Ana tersenyum lebar dengan pandangan tertunduk karena keberadaan Julian. "Hunter tengah latihan dan berusaha untuk memasuki akademi militer."
"Sayang sekali, padahal aku ingin sekali bertemu dengannya" Yura menggenggam tangan Ana, "Kapan dia pulang."
"Mungkin sekitar dua jam lagi."
"Kalau begitu kami akan menunggu."
"Tunggu!" Potong Julian dengan panik, "Kenapa kita harus menunggu?, memangnya dia siapa?. Bahkan seorang wakil presidenpun dia yang harus menungguku" protes Julian.
"Jika kau tidak ingin menunggu. Pulanglah"
"Tapi kita sedang berkencan" protesnya semakin keras membuat para pengunjung restorant semakin jeli berusaha menguping apa saja yang tengah Julian katakan.
"Kau belum makan. Selagi menunggu, kau makan dulu" putus Yura dengan desisan, dia sangat tidak nyaman dan malu karena menjadi pusat perhatian.
"Aku tidak mau makan sembarangan."
"Aku yang akan memasak!" Bentak Yura mulai kehilangan kesabarannya. Julian langsung diam dengan bibir mencebik mengikuti langkah Yura menuju lantai dua. Julian duduk dengan angkuh di kursi kecil dan melihat ke bawah dimana luasnya kebun dan sayuran yang sengaja ditanam organik.
"Kenapa kau diam saja disana?" Teriak Yura di dalam ruangan terbuka.
***
Julian Pov
"Kenapa kau diam saja disana?."
Apalagi yang dia inginkan?. Tidakkah dia berniat membujukku dulu setelah apa yang dia lakukan padaku pagi ini. Harus berapa kali lagi aku menegaskan jika aku jatuh cinta padanya?. Seharusnya dia menjaga sikapnya dan agar aku tidak cemburu.
Aku benar-benar sudah kehilangan sebagian akalku karena si kecil Yu. Aku melepaskan sisi egois dan harga diriku untuknya.
Aku sudah tidak sabar menunggu purnama, dia akan menjadi isteriku dan aku akan menunjukan jika dia hanya satu-satunya wanita yang aku mau.
Aku bangkit dengan amarah yang sedikit mereda, Yu tengah merebus air di panci.
"Tolong, potongkan sayuran, sosis dan dagingnya" perintahnya seperti kucing kecil yang lucu tapi sombong.
Aku tahu tangannya tengah terluka, tapi memotong bahan masakan?. Apakah itu akan mengurangi kegentlelan dan pesonaku?.
Aku melihat matanya yang bulat berwarna cerah dengan alis menukik tampak kejam sekaligus sangat imut. Mungkin sebaiknya aku mengalah saja dan mengikuti apa yang dia inginkan. Siapa tahu hubungan kami akan membaik.
Aku mengitari meja dan berdiri di sampingnya.
Tenang Juls, buat dia bangga. Siapa tahu Yu mengetesku apakah aku cocok untuk suaminya atau tidak.
Aku mengambil sayuran yang sudah dia bersihkan, memotongnya sebagus mungkin dan memotong daging bakar juga sosis. Yu memasukan mie instan kedalam panci.
Tunggu, jadi dia hanya akan memberiku makan mie instant?. Aku tidak pernah makan-makanan sejenis itu selama hidupku.
Mie mengingatkan aku aku pada warna rambut kemaluan guru seni yang mengambil keperjaanku saat aku berusia lima belas tahun.
"Kau hanya akan memberiku mie instant?" Tanyaku terlalu gatal tidak dapat menahan diri dengan diam.
Kepala kecil itu terangkat dan menatapku, "Kau tidak mau?"
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY RICH MAN 18+ (END)
RandomSemua orang selalu menganggapnya pria gila. Julian Giedon, pria yang pandai menghasilkan uang dengan kegilaannya yang menjadikannya salah satu pria terkaya di dunia. Julian suka pesta dan kebebas dalam hidup dan berpikir, dia adalah bad boy terfavo...
