Pernah jatuh dan patah.
Pernah terpuruk memasuki fase paling buruk
Kaki seperti di tebas,dada tergilas.
Asaku terputus sebab dada sudah terhunus.
Nadi terkoyak,jantung berhenti.
Melihat sekeliling membuat kepala pening.
Setiap malam mematung,melihat bulan dan bintang yang menggantung.Lalu kau temukan aku hampir mati tak tau kemana harus berlari dan menyandarkan diri.
Kau tak berbuat apa apa,namun kau menjadikanku sesuatu.
Aku tak tau bagaimana caramu merawat semua luka-lukaku
Menguatkan langkahku menempaku menjadi sesuatu.
Saat langkahku mulai keluar jalur,dengan sabar kau membuatku teratur.Terima kasih atas semua,meski tak ada balasan apapun dariku,aku tau kau juga tak mengharapkannya.
Ikhlasmu tiada batas,sabarmu terhadapku tidak seperti orang waras.
Tetap jadilah lampu bagiku,walaupun aku datang padamu hanya saat tersungkur dan hampir membatu.Blitar,2019

KAMU SEDANG MEMBACA
Belantara Itu
PoetryKumpulan puisi(atau entahlah apa ini namanya,ini termasuk puisi atau bukan saya juga kurang mengerti.) Hanya sebuah galeri tulisan,yang mungkin jika dibaca terlalu membosankan. Banyak menuliskan tentang mimpi,patah,harapan juga bentuk kekaguman anak...