Aku masih menikmati suasana pasar malam itu
Entah tetap ramai atau sudah ramai karna aku jarang sekali pergi ke pasar
Aku sendiri saja menikmati teh melati mengamati kuli panggul hilir mudik mengangkut sayuran
Waktu itu hampir jam dua suasana pasar yang semakin bertolak belakang dengan hati
Hatiku masih sepi bukan karna tak berisi sebab aku harus menahan rindu sendiri
Gelap mulai pergi gelas teh melati tadi nyaris tanpa isi
Sebenarnya aku rindu teh melati saat denganmu
Tapi,jarak lagi-lagi tak mampu ku lipat untuk mengusir rindu sendiri
Sepi tanpamu,rindu bertubi-tubi menyiksa melalui jarak antara Jogja dan Kairo
Jarak terjatuh antara matamu dan mataku
Maret 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Belantara Itu
PuisiKumpulan puisi(atau entahlah apa ini namanya,ini termasuk puisi atau bukan saya juga kurang mengerti.) Hanya sebuah galeri tulisan,yang mungkin jika dibaca terlalu membosankan. Banyak menuliskan tentang mimpi,patah,harapan juga bentuk kekaguman anak...
