Kehangatan itu masih sama
meski kau pergi,wajahmu menjelma jadi apa sajaMatamu masih memenuhi bejana bejana kosong yang hampir tumbang
Meski kau tlah berdua aku kerap rindu dengan segala hal tentangmu
Tentang lesung pipimu,tentang binar matamu,tentang kecupan kecupan hangat di ruang tamu ituBenar,aku beranjak tapi sesekali kakiku harus berhenti sekedar mengisi energi dari sisa sisa dekap tubuhmu yang berusaha ku kumpulkan dari ingatan yang hampir menua
Kini kita punya hidup masing masing,kamu dengan segala kehangatan cinta darinya,dan aku mencoba menghangatkan diriku dengan membakar satu persatu rindu yang ada di sekitarku
Aku yakin di waktu yang sama tapi di dimensi yang berbeda,aku bersamamu,di sebuah rumah sederhana dengan empat anak yang lucu-lucu.
Tapi untuk saat ini kau juga masih bersamaku,tapi dengan aku yang lain yang lebih kau cintai.

KAMU SEDANG MEMBACA
Belantara Itu
PoetryKumpulan puisi(atau entahlah apa ini namanya,ini termasuk puisi atau bukan saya juga kurang mengerti.) Hanya sebuah galeri tulisan,yang mungkin jika dibaca terlalu membosankan. Banyak menuliskan tentang mimpi,patah,harapan juga bentuk kekaguman anak...