"Jangan pernah lo coba mainin perasaan gue,"
-Im Nayeon
Happy Reading❤
•••
"H...hah?"
Otak Nayeon masih berusaha mencerna apa yang saat ini sedang terjadi.
Jangan bilang kalo semua ini cuma salah satu tipuan Renjun buat ngebaperin Nayeon, lagi?! Tuhan, ini semua terlalu serius buat Nayeon anggap sebagai bahan candaan.
"Yaampun, Nay. Gue udah romantis sambil nahan boker-eh malu daritadi dan jawaban lo cuma jawab 'hah' doang??! Lo dari tadi dengerin gue gak sih!"
Renjun bangkit dari kursi. Pipinya ia tutupi dengan kedua tangannya. Menutupi rasa malu yang menghampirinya.
"Eh, lo tadi beneran nembak gue?" celetuk Nayeon lalu ikut berdiri.
"Demi upin ipin yang nggak naik kelas. Ya iya lah, Nay! Masa gue nembak tembok? Kan gak lucu," balas Renjun lalu mengerucutkan bibirnya.
Ia benar-benar kesal! Mengapa di saat seperti ini, otak gadis dihadapannya sangat sulit untuk diajak kerja sama!!!
Nayeon terkekeh pelan setelah melihat tingkah pemuda di hadapannya.
Lucu banget sih kamuu
Jadi sayangg ;)
EH, YAAMPUN. TADI GUE MIKIR APA?!!
"Jadi, lo mau ga jadi pacar gue?" ulangnya.
Nayeon menahan senyumannya lalu perlahan menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Apa kabar sama jantung?
Gila! Jantungnya sedari tadi udah berdetak nggak karuan!!! Gimana kalo sampe Renjun denger?! Bisa-bisa Nayeon diketawain!!
"Yaiyalah jantung kan ga punya mata buat liat waktu sama keadaan," -Author.
"Sae ae lu thor," - Renjun.
"Jadi?"
"A..apa?"
"Jadi,.....
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Rasa [Selesai ]✔
Подростковая литература"Bener ya kata orang. Jarang di balik pertemanan gak keselip sebuah rasa. Contohnya kaya gue sama dia sekarang," - Huang Renjun. "Cuma lo yang sukses bikin hati gue gak karuan kaya gini, Renjun! - Im Nayeon. ...