“Kau mengatakan itu pada Kim Yongsun?”.
Seungwan berdehem pelan. Sesaat kemudian gadis itu memberi kode kepada Jennie yang terlihat terkesiap untuk sedikit mengecilkan volume suaranya. Entah dari sejak kapan perempuan bermarga Kim itu sudah mau menerima kehadiran Seungwan dikehidupannya.
“Kumohon kecilkan suaramu. Ini hanya antara aku dan kau saja”, pintanya setengah berbisik.
Jennie yang masih duduk di meja kerjanya mengangguk paham. Kembali meminta kejelasan dari Seungwan tentang berita menggelegar yang Ia berikan.
“Aku jadi merasa bersalah karena telah membuatnya K.O di depan semua orang”, ceritanya lagi.
Jennie hanya terdiam kagum. Gadis yang selama ini Ia hindari karena terlalu sopan dan ramah ternyata bisa jadi buas juga. Memang pepatah ‘jangan nilai sesuatu hanya dari sampulnya’ itu benar-benar diperuntukkan Son Seungwan.
Gadis itu kembali penasaran, “lalu Presdir? Dia tak merespon apapun?”.
Seungwan mulai tersenyum bangga menatap gadis itu, “aku ingin kita berteman baik jika kau mau tahu apa yang Presdir katakan”, ujarnya.
Jennie bergeming sebentar. Sebenarnya tak ada yang salah jika Ia berteman dengan gadis berkulit pucat itu. Kekurangan dari dirinya adalah dirinya yang terlalu ramah dan perhatian, sehingga Jennie merasa sedikit tak nyaman. Tapi apa harus menolak permintaan Seungwan untuk berteman dengannya ketika Ia dengan berani membela Jennie yang terus-terus dijatuhkan oleh Yongsun didepan semua orang. Sebegitu besarnyakah rasa ingin berteman gadis itu padanya?
“Ya. Kita akan berteman baik. Selama kau bisa membuat diriku nyaman dan tak terlalu menampakkan sisi feminimmu”, ujarnya mantap.
Seungwan hanya tersenyum kecut, “jadi kau merasa tidak nyaman denganku hanya karena aku terlalu ramah?”.
Gadis itu menatap Seungwan sambil menahan kekehannya, “bukan begitu. Kau tahu kalau aku tak bisa bertingkah palsu seolah aku orang baik di depan orang lugu sepertimu. Jadi kurasa aku harus sedikit menyintilmu agar kau bisa jadi sedikit keras”.
Seungwan malah tersenyum, “kau akan mengetahui sifat asliku jika kita sudah berteman baik”.
Jennie hanya menaikkan kedua alisnya. Mengganti topik pembicaraan ke topik awal, “jadi.. Presdir bilang apa?”.
Gadis berkulit pucat itu menatap Jennie begitu intens, membuatnya kembali tidak nyaman.
“Kau.. akan...”
“Jennie-ssi”
Perkataan Seungwan yang belum selesai tiba-tiba diinterupsi oleh seseorang yang datang dari belakang. Seungwan yang bisa menatap langsung kehadiran orang tersebut langsung menatap Jennie dengan mata membulat. Cepa-cepat gadis itu memuta kursinya. Menemukan Kim Hanbin dengan sebuah tas dan beberapa berkas yang Ia bawa dari ruangannya. Pria itu dengan seenaknya membantingkan barang-barang tersebut ke atas meja.
“Bawa semua barang-barangku ke mobil. Kau akan ikut aku bertemu klien”, ujarnya dengan tatapan dingin lalu pergi begitu saja.
Degup jantung Kim Jennie kembali bekerja tidak normal hanya dengan ucapan kecil dan kehadiran sesaat pria itu.
Jennie menatap punggung Kim Hanbin yang sudah mulai menjauh. Sesaat kemudian matanya dialihkan kepada barang-barang yang dengan kasar Hanbin bantingkan diatas mejanya.
Seungwan yang masih berdiri terlihat kembali antusias, “itu yang baru ingin kuberitahu. Seharusnya hari ini Presdir pergi menemui klien bersama Kim Yongsun. Namun karena kelicikan Kim Yongsun yang gagal dan terus mencoba menjatuhkanmu, kau yang malah harus menggantikan posisinya untuk bertemu klien hari ini”, paparnya menjelaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Back To You
RomanceMenjalin kisah cinta selama hampir 6 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Bukan pula hal yang mudah. Banyak rintangan yang harus dihadapi kedua belah pihak. Sama dengan Kim Jennie. Gadis cantik berumur 25 tahun yang harus melepas Kim Hanbin setelah m...
