Terasa sedikit menjadi lebih ringan ketika mengetahui Kim Hanbin tidak sedingin biasanya kemarin. Jennie merasa selalu diawasi dan dijaga oleh pria itu.
Jangan runtuhkan perasaannya! Karena Kim Jennie benar-benar merasa spesial setelah insiden dirinya yang tidur di ruangan Kim Hanbin akibat ingin menyelinap untuk mengambil ponselnya. Meski pada akhirnya tidak dapat dan berujung dirinya yang harus kembalo mendapat hukuman.
Gadis itu nampak begitu rapi hari ini. Mengawali hari dengan senyum ceria ketika dirinya sudah tiba di halaman utama gedung. Menemukan pria yang sama dengan yang kemarin sempat membantunya meminta kunci untuk membuka ruangan Kim Hanbin.
Kim Jennie cepat-cepat menghampiri pria yang nampak tengah membaca beberapa majalah tersebut.
“Ahjussi”, panggilnya dengan senyum merekah.
Satu-satunya pria yang tengah duduk di pos awal itu akhirnya menoleh. Menemukan Kim Jennie dengan senyum sumringahnya tengah mengeluarkan sesuatu dari dalam tas.
“Aku hampir lupa soal janjiku yang akan mentraktirmu makan siang. Karena kemarin malam aku lembur, jadi aku tak sempat membelikanmu makan. Tapi tenang, ahjussi. Aku membelikanmu kimbap terbaik yang dijual di kedai dekat apartmentku. Aku yakin kau akan menyukainya”, gadis itu bersegera menyerahkan sekantong kimbap ukuran jumbo itu kepada sang pria yang masih nampak kebingungan.
“Habiskan, ya ahjussi. Semoga harimu menyenangkan”, Kim Jennie mulai berlarian menuju gedung layaknya anak kecil. Meninggalkan si pria paruh baya itu dengan tatapan bingungnya.
Namun apa boleh buat? Rezeki di pagi hari, siapa yang sanggup menolaknya?
Gadis itu berusaha tersenyum ramah meski Ia tahu pasti para karyawan disana akan menjadikannya sebagai bahan cibiran dan menganggapnya gila.
Namun ingat. Namanya Kim Jennie. Tak akan peduli dengan omongan siapapun. Kecuali Kim Hanbin. Ya, kecuali dirinya.
Gadis itu memasuki lift hingga sampai ke meja kerjanya dengan begitu antusias.
“Seungwan-ah, selamat pagi”, entahlah. Tapi rasanya untuk pertama kalinya seorang Kim Jennie menyapa duluan Son Seungwan yang saat ini juga ikut menatap aneh ke arah gadis itu.
“Jennie-ssi? Sedang sakit?”, tanyanya sedikit khawatir.
Gadis itu mulai duduk. Menggeleng mantap untuk menepis opini dari gadis berkulit pucat itu, “tidak. Tentu saja. Berusaha beramah tamah dipagi hari tak masalah, kan?”.
Seungwan hanya menatap gadis itu sedikit ngeri lalu mulai melanjutkan pekerjaannya.
Sementara Kim Jennie baru saja menyadari ada sebuah surat, tepatnya sebuah kartu undangan yang tergeletak tepat di atas mejanya. Kartu itu terselip di antara binder-binder yang Ia susun rapi diatas meja.
Gadis itu mulai mengamati eskistensu dari undangan kecil tersebut. Pelan-pelan mulai membuka dan membaca isi dari kartu berwarna kuning dan hitam itu.
Shhhh... Let’s celebrate hallowen party this year together.
You’ve got to be : Kaonashi.
Jangan beritahu siapapun, termasuk rekanmu soal undangan ini.
Let’s keep this party lowkey.
- CEO -
Entah mengapa, sebuah senyum kecil terukir dari kedua sudut bibir gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Back To You
RomanceMenjalin kisah cinta selama hampir 6 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Bukan pula hal yang mudah. Banyak rintangan yang harus dihadapi kedua belah pihak. Sama dengan Kim Jennie. Gadis cantik berumur 25 tahun yang harus melepas Kim Hanbin setelah m...
