Benar-benar memuaskan. Hari ini adalah hari tanpa lembur bagi Kim Jennie. Ia sudah bisa menapakkan kaki di halaman utama gedung tepat pukul 7 malam ini.
Rasanya sedikit beruntung ketika dirinya dapat membuat ulah. Paling tidak itu akan menjadi waktu baginya untuk dihukum dan kembali dekat dengan Kim Hanbin. Ditambah lagi dengan ketidakhadiran Kim Yongsun ditengah-tengah keduanya. Entahlah. Jennie tak tahu harus berkata apa untuk bersykur atas apa yang Ia dapatkan saat ini. Dan sekarang Dia berpikir apakah Kim Hanbin sampai saat ini masih menyimpan perasaan yang sama padanya.
Gadis itu mulai membuka lacinya sebelum benar-benar meninggalkan ruangan. Mendapati gelang bertuliskan JH♥ dan foto kebersamaannya dengan Kim Hanbin yang tersimpan rapi di dalam laci tersebut. Ia tersenyum ketika memorinya kembali terbang ke masa-masa indah dirinya dengan Kim Hanbin yang tak pernah ingin Ia lupakan seumur hidup.
Kim Jennie mulai bangkit, menutup rapat laci dan bersegera keluar dari ruangan.
Matanya yang awas malah mendapati pemandangan tak sedap tatkala dirinya baru saja akan menghampiri lift untuk turun ke lantai dasar.
Jantungnya seakan berhenti sejenak ketika pemandangan menjijikan apa yang Ia temukan saat ini.
Kim Yongsun kembali. Tengah memeluk pria yang selalu ingin Ia jadikan teman hidupnya itu dengan ringannya.
Kim Jennie menahan nafas sebentar. Berusaha tak terlihat seperti orang memalukan disana. Ia mulai berjalan mendekati keduanya. Karena memang tujuannya adalah menuju lift untuk pulang, kan? Bukan kemana-mana?
“Selamat malam, Presdir”, sapa gadis itu.
Pelukan yang tadinya terlihat tak akan terlepas selamanya itu akhirnya usai ketika Kim Hanbin melirik keberadaan Jennie saat ini.
Gadis itu tanpa takut langsung melemparkan tatapan sinisnya ke arah wanita yang Ia tak pernah mau tahu selama dua hari ini menghilang entah kemana.
“Terima kasih karena untuk dua hari kau berlaku begitu baik padaku. Aku merasa memiliki tempat yang sangat spesial walau hanya dua hari saja. Aku akan pulang, Presdir. Semoga harimu menyenangkan”, ujarnya sambil terus melirik ke arah Yongsun yang juga ikut mendelik ke arahnya.
Gadis itu berjalan tanpa rasa berdosa. Menunggu lift yang tengah beroperasi hingga pintunya terbuka. Kim Jennie mulai masuk. Tersenyum kecil sambil melambaikan tangan kepada pria itu hingga pintu tertutup.
Hanya tinggal dirinya sendiri. Yang ingin bunuh diri akibat ucapannya barusan.
“Dasar bodoh! Mengapa kau bisa mengatakan hal seperti itu kepadanya? Kau tahu kau akan jadi bahan cemoohan lagi, bodoh!”, dirinya kini tengah asyik merutuki diri atas kebodohan permanen yang dirinya miliki setiap kali berhadapan dengan Kim Hanbin.
“Kau benar-benar menurunkan derajatmu!”, omelnya lagi kepada diri sendiri.
Hingga pintu lift terbuka. Gadis itu melangkah gusar sambil terus memijit pelipisnya yang tidak pusing itu. Ucapannya tadi adalah hal paling memalukan yang pernah Ia katakan di depan Kim Hanbin. Dan Ia sudah berpikir bagaimana caranya menghilang dari bumi setelah ini.
Gadis itu berhenti sejenak di tangga utama gedung. Merasai dadanya sedikit sakit melihat bagaimana Kim Hanbin yang begitu nyaman ketika Kim Yongsun memeluknya.
Dirinya tahu bahwa kini Kim Jennie bukanlah siapa-siapanya Kim Hanbin lagi. Tapi, ayolah. Ia menahan cintanya selama tiga tahun namun pria itu telah mendapat pengganti baru dan selalu terlihat biasa saja di hadapannya. Apakah memang tak ada lagi memori penting dirinya di dalam pikiran pria itu?
Ia hampir saja akan mengeluarkan airmata ketika tiba-tiba sebuah mobil kelas atas berwarna hitam matte berhenti di hadapannya.
Ia benar-benar tak kaget ketika mengetahui siapa yang ada didalam mobil tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Back To You
RomanceMenjalin kisah cinta selama hampir 6 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Bukan pula hal yang mudah. Banyak rintangan yang harus dihadapi kedua belah pihak. Sama dengan Kim Jennie. Gadis cantik berumur 25 tahun yang harus melepas Kim Hanbin setelah m...
