• twenty four •

1.4K 227 12
                                        

Penampilan santai dengan balutan hoodie putih dan sebuah legging pant hitam, bagaiamana mungkin seorang Kim Jennie tak menjadi pusat perhatian para staff dan karyawan lain yang sibuk menyibukkan dirinya masing-masing hari ini?

Namun berjalan di belakang seorang Kim Hanbin tak malah membuatnya ingin menunduk ketika berhadapan dengan mereka-mereka yang tengah menatapnya sinis saat ini.

Walau akan mendapat hukuman, paling tidak sombong sebentar tak apa. Karena dirinya berbeda hari ini.

Pria dengan tinggi semampai itu membawa Kim Jennie ke meja kerjanya. Nampak sudah beberapa tumpuk kertas dan sebuah gawai laptop bersemayam di atas meja tersebut.

Seungwan, yang duduk tak jauh dari sana hanya memandang penampilan Kim Jennie yang berbalut hoodie putih itu. Berusaha sedikit menguping percakapan keduanya sambil tetap bekerja.

"Bawa laptop dan notemu ke ruanganku!", perintah pria itu to the point.

Jennie mengernyit, "maaf? Membawa ke ruanganmu? Setelah ponsel, kau ingin menyita laptopku juga?", gadis itu nyeletuk tanpa sadar membuat Kim Hanbin lagi-lagi harus bermain dengan tatapan elangnya untuk menyerang gadis itu.

Jennie membungkam. Mulai menunduk menyadari salah ucapnya barusan. Gadis itu bahkan merutuki diri dalam hati sambil bergumam pelan, "aku membuat kesalahan lagi?".

Gumamam gadis itu hanya dibalas dengan gelengan pelan Kim Hanbin, "bereskan semua dan bawa ke ruanganku!", perintahnya lagi sambil mulai berbalik untuk pergi meninggalkan Kim Jennie menuju ruangannya.

Mendapati sang Presdir yang mulai menjauh, Seungwan langsung berdiri dari duduknya untuk menghampiri sang sohib yang nampak berbeda hari itu.

"Hey! Apa yang kau lakukan dengan bajumu ini? Kau pikir kau sedang marathon, ya?", gadis berkulit pucat itu mulai menyuarakan kebingungannya kepada Kim Jennie dengan suara sedikit berbisik.

Jennie hanya manyun. Mulai mendudukkan bokongnya ke atas kursi kerja sambil menghela nafas, "Aku terus-terusan membuat kesalahan kepada Presdir.. Maksudnya, aku selalu saja salah dimata Presdir", ujarnya lemas.

Seungwan hanya menghela nafas sembari menatap gadis itu heran, "bagaiamana kau tidak salah jika ke kantor berpakaian seperti ini? Kau tak pernah membaca soal aturan berpakaian di gedung ini? Siapa yang mau membelamu jika kesalahan ada di kau?", gadia berkulit pucat itu mulai menyembur.

Jennie kembali berdecak sembari menghela nafas, "Dia dulu tak seperti itu".

Ucapan refleks itu membuat Seungwan lagi-lagi harus mengernyit, "Siapa? Maksudmu Presdir?".

Jennie terbuyar. Kembali berdecak akibat kesalahan bodoh yang Ia perbuat. Mengapa mulutnya ini tak bisa henti-hentinya mempermalukan dan membuka aib sendiri?

Gadis dengan balutan hoodie itu langsung tegak dari duduknya. Berusaha menyibukkan diri dengan membereskan peralatannya dan mulai mengelak pertanyaan Seungwan barusan, "Ah, tidak. Aku suka sekali berbicara ngaur sekarang. Apa mungkin karena efek diriku yang sering lembur kerja? Mungkin", Kim Jennie mulai bertanya sendiri dan menjawab sendiri ucapan-ucapannya. Membuat Seungwan kembali melempar tatapan heran kepada gadis yang nampak sudah terlihat gila itu.

"Kau baik-baik saja, kan?", tangan mungil sang gadis berkulit pucat itu langsung meraba kening Kim Jennie yang sudah mulai bergegas untuk pergi.

Gadis itu cepat-cepat menepis tangan Seungwan dan kembali mencari alasan untuk segera pergi, "kau tak lihat fisikku baik-baik saja? Tenang. Aku sudah berolahraga tadi pagi. Kurasa badanku sehat bugar. Kita ketemu nanti, ya", gadis itu cepat-cepat berbalik menuju ruangan sang Presdir, meninggalkan Seungwan dengan sedikit perkataannya yang belum terucap,

Back To YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang