"Orl, bangun dulu ayo shalat waktunya keburu habis" seseorang tengah membangunkan Orlando dari tidurnya yang nyenyak, bahkan dia tidak sadar mulutnya sudah terbuka dengan lebar.
Rolando adalah orang yang membangunkannya, dia membangunkan kembarannya karena ini memang sudah waktunya shalah Subuh dan adiknya ini belum juga bangun dari tidurnya.
Hap
Rolando menutup mulut Orlando yang menguap dengan sangat lebar. "Ada apa sih mas bro? Gangu aja gue tadi lagi enak-enaknya lihat bule super sexy eh elo bangunin" tanyanya dengan tetap memejamkan matanya.
"Astagfirullah. Ayo bangun dulu" ajak Rolando untuk membantu adiknya bangun dari tidurnya.
Orlando mulai membuka matanya sedikit, pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah sosok baju putih membuatnya langsung terjingkat kaget. "Astaga elu mas bro ngagetin gue aja" ucapnya sambil mengelus dadanya.
Bagaimana dia tidak terkejut saat membuka matanya sudah ada sosok berpakaian putih, kan dia pikir hantu. Emang ini kakaknya selalu membuatnya terkejut saja.
"Shalat dulu gih"
"Yaelah oke mas bro. Beginilah tidur sama elo mas bro bukannya kita bermesraan sampek nanti karena akan berpisah eh ujung-ujungnya shalat tetep jalan yah"
"Yah harus dong Orl, mana ada liburnya kalau shalat" jawab kembarannya itu dengan melepaskan sarungnya dan kini terlihatlah celana bola diatas lutut dikenakannya.
"Iye gue mau mandi besar sekalian dulu habis nonton indehoy kemarin" jawabnya sebelum melenggang kekamar mandi yang ada dikamar kakaknya.
Dia berada disini karena dirinya berfikir setelah ini akan jauh dari kembarannya membuatnya ingin menghabiskan waktu bersama dengannya untuk bermesraan semalaman namun pagi-pagi buta kayak gini dia sudah dibangunkan untuk shalat. Memang kakak ustad selalu begitu tidak bisa membiarkannya bersantai ria. Shalat saja yang diingatkannya kepadanya, membuatnya sedikit heran.
"Enak-enak ngorok malaikat pengingat shalat bangunin gini nih jadi harus kepaksa bangun pagi-pagi" gumamnya ketika dikamar mandi. Setelahnya dia langsung mandi dan segera bersiap-siap untuk shalat sebelum malaikat pengingat shalat marah kepadanya.
🌟🌟🌟
"Mas bro sini koper loe mana?" tanyanya datang kekamar kembarannya dengan membawa boneka salah satu tokoh kartun kesayangannya yang berwarna kuning.
"Loh-loh ada apa sih Orl" Rolando melihat adiknya itu sudah membuka koper yang sudah ditatanya dan siap untuk dibawanya.
"Ini" tunjuknya kepada boneka yang diletakkannya ditepi ranjang karena dia masih mencoba membuka koper.
"Ya aku tau kenapa dengan boneka kesayanganmu ini. Lalu ada apa?"
"Jadi gini mas bro ini boneka kesayangan gue" dia menunjukkan boneka yang tadi dibawanya didepan wajah sang kakak. "Kan habis ini loe sekolah jauh banget, pastinya elo kangen adik loe yang paling ganteng gini jadi dengan adanya si kuning elo bisa lihat gue ada disini. Pokoknya elo peluk aja deh mas bro kalau kangen gue pasti nanti kangennya dapat terobati" setelah menjelaskan itu dia langsung memasukkan si kuning kedalam koper kakaknya dan menutup kembali koper itu seperti semula.
"Trus si biru biar gue bawa, yah walaupun elo bawelnya kebangetan tapi elo tetep kembaran gue. Jadi ada saatnya juga gue tuh kangen elo mas bro" dia meninggalkan koper sang kakak kemudian berjalan menuju ke bagian atas ranjang dimana boneka yang sama dengannya tetapi berwarna biru diambilnya.
Boneka biru ini warnanya masih terlihat bagus dan bersih berbeda dengan punyanya yang sangat dekil, hal itu terjadi karena sang kakak sudah sering mencuci bonekanya berbeda dengannya yang belum sama sekali dicuci sejak dia masih kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rolando & Orlando
RomanceSebuah cerita tentang perjalanan anak kembar yang mencari cinta sejati yang sesungguhnya. Sebelum membaca cerita ini harap sudah membaca cerita The Life of a Pilot (TLOP) dan Rengga and Callia terlebih dahulu yah. Berikut empat peran yang akan ser...
