NB: siapkan hati yah, jangan baper dan jangan jadi ikutan BuCin😜
Senja mencoba memejamkan matanya tetapi tetap tidak bisa, sejak tadi dia sudah mencobanya berulangkali namun tetap saja tidak bisa membuatnya kesal sendiri, sehingga kini dia langsung mengubah posisinya menjadi duduk.
Setelah dirinya sudah duduk, tak lama ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Layar ponsel yang ada disebelahnya itu menyala dan mengeluarkan isi pesan dari seseorang.
Kamu sudah tidur? Kok gak balas chat saya
Tak berselang lama ada pesan lagi dan itu dari orang yang sama pula.
Yaudah kalau udah tidur, semoga mimpi Indah yah. Besok aku mau flight pagi-pagi sekali, kamu jaga diri selama saya gak ada yah 😊
Senja melihat ponselnya yang masih menyala itu, saat ini dia sedang merasakan bimbang yang luar biasa antara membalasnya atau membiarkannya saja, tetapi pilihannya ternyata membiarkan saja. "Sebenarnya kamu benar-benar sayang sama aku gak sih Ro, selama ini kamu sekaku itu sama aku kayak aku nih cuma temen biasa aja" ucapnya dengan mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
Seseorang yang menghubunginya tadi itu itu memang dari Rolando, teman dekatnya selama sekitar dua bulanan ini. Tapi ada hal yang mengganjal dalam hatinya tentang hubungan mereka selama ini, dimana setelah pengucapan kata 'Sayang' yang pernah diucapkannya waktu itu tidak lagi terdengar olehnya lagi selama hubungan mereka sudah berjalan selama dua bulan ini. Jangankan mengucapkan kata 'Sayang', berbicara dengannya saja dia masih memakai kata 'Saya' dan 'Kamu'. Sungguh aneh bukan, mana ada hubungan antara laki-laki dan perempuan yang sudah sangat dekat menggunakan kata se kaku itu.
Sekarang ini Senja mulai berfikir keras, apakah Rolando benar-benar sayang sama dirinya atau apa dia hanya dijadikan sebagai orang penengah yang akan menghubungkan hubungannya dengan sahabatnya Zalina, seperti dugaan awalnya. Karena jujur selama dua bulanan ini mereka bersama tak sekalipun hubungan mereka seperti orang yang menjalin hubungan dekat tetapi menurutnya lebih kearah teman biasa saja.
Seperti pesan yang baru dikirimkan oleh Rolando tadi, yah seperti itulah pesan yang dikirimkan kepadanya. Pesan seperti itu sepengetahuannya dikirimkan oleh seseorang untuk teman biasa saja bukan lebih, walaupun dia memang tidak memiliki pengalaman sebelumnya berhubungan dengan seseorang sedekat ini tapi entah mengapa dia merasa hubungan ini sangat aneh dan kaku.
"Kalau memang kamu sayang sama aku, menganggap aku spesial kenapa tatapanmu tadi ke Zalina sedalam itu Ro. Apa benar kamu itu hanya kasian sama hidupku yang semiris ini jadi kamu mendekatiku dan ingin menjadi temanku saja dan gak lebih. Atau kamu hanya memanfaatkanku saja untuk kamu kembali sama Zalina"
Senja bisa berbicara seperti itu karena tadi dia melihat sendiri bagaimana tatapan Rolando ketika menatap sahabatnya tadi saat mereka ketahuan tengah bersama didepan Zalina. Awalnya Senja merasa biasa saja tapi jika saat ini dipikirnya lagi, ternyata semuanya tidak biasa. "Kamu belum bisa menghilangkan perasaanmu sama Zalina sepenuhnya Ro dan aku bisa merasakannya dari tatapan kalian tadi"
Memikirkan hal itu membuat dirinya ingin membenturkan kepalanya di dinding saja, karena rasanya kepalanya ini terasa sangat pusing.
Dimana dikepalanya ada dua masalah sekaligus saat ini yaitu yang pertama adalah Zalina sudah tau tentang siapakah dirinya dan yang kedua tentang hubungannya dengan Rolando.
"Zalina sepertinya sangat marah sama aku lagi, dia pasti kecewa aku melakukan ini dibelakangnya dan terlebih aku telah merusak kebahagiaan keluarganya" Senja menunduk dan langsung menitikkan air matanya.
"Ini gara-gara bapak tua itu, ngapain dia bilang segala ke keluarganya pasti umi juga benci sama aku. Ya Allah aku harus apa sekarang" ucapnya dengan pasrah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rolando & Orlando
RomansSebuah cerita tentang perjalanan anak kembar yang mencari cinta sejati yang sesungguhnya. Sebelum membaca cerita ini harap sudah membaca cerita The Life of a Pilot (TLOP) dan Rengga and Callia terlebih dahulu yah. Berikut empat peran yang akan ser...
