Orlando berjalan menuju ke kamar kakaknya yang berada dilantai satu. Dia sudah merapalkan doa sejak tadi, agar dirinya diberikan kelancaran setelah ini.
"Mas..." dia hendak mengetuk pintu didepannya, namun tidak jadi karena tiba-tiba timbul ide licik didalam benaknya.
"Ngapain ketuk-ketuk segala biasanya langsung nyelonong aja kali yah, siapa tau mereka mau wik-wik. Lumayan sekalian gue ingin tau kakak gue itu bisa gak"
Ceklek
Dia langsung membuka pintu itu begitu saja. Dan langsung berteriak setelah pintu terbuka. "Hayoo ngap..."
"Astagfirullah Orl. Kok gak ngetuk pintu dulu gak sopan" sahut seseorang yang tengah duduk disofa bersama dengan seseorang yang tengah tertidur dipahanya.
"Biasanya juga main nyelonong gini mas bro" ucapnya sambil senyum jahil kearah kakaknya.
"Iya itu kan dulu Orl, sekarang kakak udah punya istri gak boleh main nyelonong gitu aja. Gak sopan"
"Iye-iye mas bro nanti lain kali kalau ke sini ketuk pintu dulu, tapi kalau inget yah" ucapnya sambil tertawa, tapi tiba-tiba dia langsung menghentikan tawanya ketika mendengar perkataan dari istri kakaknya itu.
"Dasar itu adikmu mas pengganggu aja. Sungguh menyebalkan. Apa gak bisa dia itu gak gangguin kita se jam aja. Kamu jangan sabar-sabar dong, marahin dia biar gak makin ngelunjak gini" Senja langsung mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap tajam ke arah Orlando.
"Heh apa loe bilang" ucapnya dengan tidak terima.
Wanita yang merupakan istri dari kakanya mulai bangkit dari duduknya. "Ya kan memang bener elo itu emang selalu jadi pengganggu. Awas aja nanti akan aku bales waktu elo nikah sama Zali" Senja mengacungkan hari telunjuknya tepat dimata Orlando, membuat Orlando menelan ludahnya dengan kasar karena dia takut karena sepertinya istri kakaknya ini terlihat sangat kesal kepadanya terlebih tangannya itu seperti ingin mencolok matanya saja.
"Ya Allah ini istri mas bro galak bener yah, untung bukan istri gue. Kalau dia jadi istri gue udah gue pecat jadi istri"
"Coba aja nanti kalau bisa" Orlando yang tadinya sedikit ketakutan itu langsung menjulurkan lidahnya meledek Senja. Dia tidak mau dikira menjadi laki-laki penakut hanya karena ini.
"Sudah-sudah kalian jangan bertengkar gini" Roaldno datang menjadi penengah mereka dan memegang bahu Senja istrinya.
"Kamu ada keperluan apa Orl, kakak bentar lagi mau siap-siap berangkat" tanyanya kepada Orlando.
"Mau setoran. Surat terakhir gue udah hafal"
"Perasaan dulu kamu gak nyicil yah gak sih mas baca surat-surat itu. Sekalinya langsung hafal semua dan langsung setoran ke ayah. Nah ini adik kamu pakek nyicil segala, kayak hutang aja" ejek Senja.
Orlando yang sebal hendak mencubit bibir istri kakaknya yang sangat julid itu tapi dia tahan karena disini ada kakaknya, mungkin kalau tidak ada kakaknya mungkin dia akan melakukannya. Dan hal yang bisa dilakukan Orlando langsung menjadi penengah mereka dan memisahkan keduanya yang tengah bermesraan.
"Ihh ini dasar itu suami gue" ucap Senja dengan tidak terima.
"Dia kembaran gue" Senja langsung mati langkah mendengar ucapannya ini membuatnya langsung tertawa.
Entah mengapa dari dulu hingga sekarang jika bersama dengan Senja istri kakaknya ini dia sangat suka menggodanya hingga wanita itu dibuat sangat kesal. Bahkan mereka sering berbalas mengejek seperti halnya tadi, dan akan berhenti ketika salah satu dari mereka ada yang kalah ataupun mengalah. Dan jelas itu bukan Orlando tetapi pasti Senja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rolando & Orlando
RomanceSebuah cerita tentang perjalanan anak kembar yang mencari cinta sejati yang sesungguhnya. Sebelum membaca cerita ini harap sudah membaca cerita The Life of a Pilot (TLOP) dan Rengga and Callia terlebih dahulu yah. Berikut empat peran yang akan ser...
