Sebuah cerita tentang perjalanan anak kembar yang mencari cinta sejati yang sesungguhnya.
Sebelum membaca cerita ini harap sudah membaca cerita The Life of a Pilot (TLOP) dan Rengga and Callia terlebih dahulu yah.
Berikut empat peran yang akan ser...
NB: Part ini khusus buat Rolando dan Senja. Dan dipart ini banyak rasa, kayak rada coklat, strowberry 😄(enggaklah). Biar tau ada rasa apa aja baca sampai selesai yah 😍😘 dan jangan lupa kasih vote nya dulu biar gak keluapaan.
Suasana begitu menegangkan bagi Rolando saat ini, dimana dia mengucapkan Ijab Qobul untuk meminang pilihan hatinya yaitu Senja.
Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Rolando dan Senja karena hari ini mereka akan mengikat janji suci dalam sebuah pernikahan. Dan hari inilah keduanya memutuskan hari ini sebagai hari sakral bagi mereka, setelah dua hari yang lalu mereka bertunangan.
"Kak..." panggil seseorang yang baru saja masuk. Beliau adalah Callia, yang begitu cantik dengan memakai dress panjang berwarna abu-abu yang dipadukan dengan hijab. Penampilan Callia sangat berbeda dan semakin cantik.
"Iya mam" jawabnya ketika sudah membenarkan peci berwarna putih miliknya. Kemudian dia mengahadapi ke amamnya dan tersenyum.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Subhanallah anak amam ganteng banget ini" pujinya sambil mengelus pipi sang putra dengan lembut. Kemudian tak terasa membuatnya menitikkan air matanya karena ketika melihat putranya ini mengingatkannya pada seseorang.
"Amam kenapa nangis?" Rolando mengusap air mata amamnya.
"Amam ingat sama apap, kalau apap ada...pasti dia akan sangat bahagia melihat satu putranya sudah menikahi wanita yang dicintainya" karena Callia jelas saat ini kembali mengingat suaminya. Jika dalam keadaan seperti ini pasti suaminya adalah orang yang paling bahagia bisa kembali menikahkan putranya tetapi kini takdir berkata lain kepada mereka.
"Amam jangan sedih gini" dirinya langsung memeluk amamnya dengan sangat erat hingga tak terasa Orlando datang menghampiri mereka.
"I...ini kenapa? Loh amam kenapa nangis?" tanyanya dengan khawatir.
"Amam gapapa" Callia melepaskan pelukannya dari sang putra, kemudian menatap putranya yang satunya lagi. "Amam hanya mengingat apap kalian" jawabnya setelahnya.
"Mam. Apap pasti ikut bahagia diatas sana lihat kak Ro udah menikah trus habis ini adik juga mau nikahin Zalina" ucap Orlando.
"Tes nya aja belum lulus semua Orl, bilang mau nikah segala. Sudah kamu fokus sama tantangan itu dulu" sahut Rolando dengan tidak terima, karena adiknya ini bisa-bisanya berbicara seperti orang yang sudah siap menikah saja padahal dirinya belum lulus tantangan itu.
"Yeey sombong banget mentang-mentang mau nikah" Orlando memukul pelan lengan kakaknya dengan kesal karena lagi-lagi membahas tentang hal itu.
Callia yang melihat interaksi itu langsung tertawa kecil, kini kesedihan yang terlihat tadi kini sudah tak terlihat mendengar kedua putranya yang tengah bercanda ini. Dia merasa masih tidak menyangka jika dulu putranya yang sering berantem masalah mainan sekarang sudah akan menikahi anak orang membuatnya terharu karena waktu terasa berjalan begitu cepat hingga sampai di waktu sekarang ini.