"Senja, umi dan om sudah sepakat bahwa kami mau membayari semua biaya untuk kelanjutan pendidikanmu sayang" setelah pengucapan itu Senja langsung dibuat terkejut.
Kini dia sudah berada di meja ruang tamu dirumah temannya Zalina, tadi dia sempat merasa takut kenapa dipanggil seperti ini tapi sekarang dia sudah paham kenapa dirinya dipanggil kesini, dimana untuk kelanjutan pendidikannya akan dibantu oleh kedua orangtua Zalina.
"Ini sulit dipercaya, orangtua Zalina memang sungguh sangat baik"
Senja langsung menitikkan air matanya, ternyata masih ada orang yang baik dan perhatian seperti ini kepadanya, tapi dia tetap tidak bisa menerima bantuan ini karena dia tidak mau menyusahkan orang lain. "Umi, om sebelum...nya saya mau mengucapkan terima kasih se...kali dengan kebaikan ini. Umi dan om sudah sering membantu panti tempat tinggal saya dulu saja sudah lebih dari cukup tetapi dengan bantuan ini..."
Selama ini orangtua Zalina memang selalu membantu adik-adiknya di panti setiap bulannya sehingga kini kehidupan panti jauh lebih baik. Hal itu bermula ketika dia menjelaskan bagaimana asal mulanya dulu. Dengan kerendahan hati umi nya Zalina beliau mau memberikan bantuannya ke panti dan dapat terlihat panti kini hidupnya sudah lebih sejahtera ditambah lagi dengan uang yang didapatkannya selalu dikirimkan kesana membuat adik-adik disana sudah tidak merasakan kekurangan lagi. Jadi ketika dirinya dibantu lagi seperti ini dia merasa tidak enak.
"Senja, bukankah setiap manusia harus saling membantu. Lagian selama ini kami juga wajib membantu adik-adik di panti itu, kalau bukan kita siapa lagi. Dan umi harap kamu harus menerima bantuan ini, karena kami sudah menganggap kamu sebagai anak kami juga"
"Makasih buat niat tulus umi dan om, tapi saya tidak bisa menerima kebaikan itu karena saya tidak mau terlalu banyak merepotkan orang lain terlebih om dan umi. Lagian mi, om saya sudah mulai menabung sedikit demi sedikit untuk uang kuliah saya nantinya jadi..."
"Nja, aku mohon terima bantuan dari orangtuaku. Aku tau kamu sudah berusaha buat nabung tapi apakah salah jika kamu menerima tawaran itu. Lagian kalau kamu nanti lanjutin pendidikan kan bisa kerja sebagai dokter gigi dan kamu gak perlu kerja serabutan jadi tukang ojek kayak gini, kamu yang akan susah juga. Kalau kamu sukses juga bisa bantu adik-adik kamu loh Nja" Senja menatap sahabatnya yang sudah berkaca-kaca itu membuatnya menjadi bingung sekarang kemudian Umi Zahra ikut menyahut setelahnya membuatnya semakin goyah.
"Benar apa yang dikatakan sama Zalina sayang, kamu harus melanjutkan pendidikan kamu agar kamu bisa banggain ibu panti dan adik-adik panti yang selama ini selalu mendukungmu. Umi sama om sangat senang jika kamu menerimanya tetapi jika kamu menolaknya kami akan marah sama kamu"
"Tapi... saya merasa sudah sangat merepotkan dikeluarga ini, selama ini tidak pernah dalam hidup Senja bertemu dengan orang yang sangat tulus kepadaku hanya keluarga inilah" lagi dan lagi dia tidak bisa menahan air matanya membuat air mata itu kini luruh bergitu saja.
Selama ini memang Senja baru menemukan orang yang baik dan tulus kepadanya yaitu keluarga temannya Zalina, tetapi ada satu orang lagi yang selama ini banyak membantunya juga yaitu mbak Ghea.
Zalina yang ada disebelah Senja langsung memeluk sahabatnya dan menenangkannya. "Jadi terimalah bantuan dari orangtuaku Nja, ini semua demi masa depanmu yang lebih baik juga"
Lama Senja memeluk tubuh sahabatnya yang begitu menenangkan itu hingga dia melepaskan pelukannga dan menatap semua orang secara bergantian, hingga dia menghembuskan nafasnya terlebih dahulu sebelum mengucapkan memutuskan hal ini. "Baik Om, umi, Zalina aku menerima bantuan baik itu" setelahnya semua orang mengucapkan syukur atas ucapan yang baru saja dilontarkan Senja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rolando & Orlando
RomanceSebuah cerita tentang perjalanan anak kembar yang mencari cinta sejati yang sesungguhnya. Sebelum membaca cerita ini harap sudah membaca cerita The Life of a Pilot (TLOP) dan Rengga and Callia terlebih dahulu yah. Berikut empat peran yang akan ser...
