Dalam kegelapan Yoongi tidak kunjung beranjak dari tempatnya, lampu diruangan itu sengaja dipadamkan. Tangannya sibuk memainkan kaleng bir, Sesekali ia menenggak minuman itu. Pikirannya berkelana pada sebuah memori yang baru saja terekam otaknya selama satu hari ini.
Ditengah lamunannya Yoongi sesekali mengulas senyum, wajahnya memang terlihat datar namun ada banyak perasaan yang muncul dalam pikirannya. Wajah, senyuman, tawa, dan ekspresi kesal wanita itu tidak luput dari memori Yoongi.
Wanita itu, Raeun tengah menjadi peran utama dalam pikirannya. Yoongi baru menyadari wanita itu berbeda, beda dalam arti apa yang ia pikirkan tentang Raeun selama ini. Hati dan perasaannya memang belum berubah, masih menyimpan sosok lain.
Jujur saja Yoongi takut akan perasaannya sendiri, ia takut bila mengecewakan Raeun. Secara tidak langsung ia memang memberi harapan pada wanita itu. Tapi Yoongi tidak bisa mengelak jika hatinya mulai goyah karena Raeun. Semua yang ia pikirkan tentang Raeun selama ini ternyata salah.
Yoongi menenggak minuman kaleng itu sekali lagi sebelum tangannya beralih meraih ponsel dihadapannya. Jam diponsel itu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Yoongi teringat dengan Raeun. Sudah terhitung tiga jam sejak kepergian Raeun, wanita itu belum pulang.
Perasaan khawatir mulai timbul dalam hati Yoongi. Pria itu mendial nomor Raeun namun yang terdengar hanya suara operator, mengatakan jika ponsel wanita itu sedang tidak aktif.
Yoongi berulang kali menghubungi Raeun, wajahnya yang semula tenang mulai gelisah. Ini sudah hampir tengah malam dan Raeun belum pulang. Yoongi bertanya-tanya dalam hati apa yang sedang dilakukan wanita itu, terakhir kali ia melihat Raeun sebelum pergi wajah wanita itu terlihat bingung dan gelisah.
"Astaga, kemana sebenarnya wanita itu." Yoongi menarik rambutnya kebelakang, mencoba menenangkan dirinya sendiri agar tidak berpikiran buruk.
Pria bersurai hitam itu terdiam sejenak, kenapa ia harus sampai sekhawatir ini. Biasanya Raeun juga pulang malam dan Yoongi sama sekali tidak terganggu dengan itu. Entahlah, memikirkannya membuat Yoongi semakin pening.
Yoongi ingin mencari keberadaan Raeun namun ia tidak tahu harus mencarinya kemana karena Raeun tidak mengatakan kemana ia akan pergi. Tidak ingin berlarut dalam kegelisahan, lantas Yoongi melangkah menuju kamarnya. Memakai jaket dan mengambil kunci mobil diatas nakas, ia akan mencari Raeun meskipun tidak tahu kemana harus mencari.
Baru saja membuka pintu, Yoongi terdiam ditempatnya. Matanya menangkap sesuatu yang lebih menyesakkan dari rasa gelisahnya. Didepan sana, tepat didepan gerbang ia melihat presensi Raeun namun wanita itu tidak sendirian melainkan bersama seorang pria.
Entah mengapa melihat pemandangan itu sebuah kemarahan dan rasa kesal timbul dihati Yoongi. Pria itu tidak langsung menghampiri kedua orang itu, Yoongi memilih menyaksikan apa yang mereka lakukan. Mata tajam dan wajah datarnya menjadi pertanda bahwa perasaannya sedang memanas. Melihat senyuman Raeun yang ditujukan pada pria itu seketika membuat Yoongi beranjak dari sana.
Dengan langkah pasti Yoongi menghampiri Raeun dan mengenggam tangan wanita itu hingga membuat Raeun terperanjat karena kehadiran Yoongi yang tiba-tiba dan wajah pria itu yang mengeras. Yoongi menatap Hanbin dengan sorotan tajam seolah berbicara dengan matanya apa yang ada dalam pikirannya sedangkan Hanbin hanya menatapnya santai, tidak terlalu memusingkan bagaimana pandangan Yoongi terhadapnya.
"Aku hanya mengantarkannya. Kalau begitu aku pulang dulu, Ra."
Hanbin tidak berniat menjelaskan, ia hanya menjawab tatapan tajam Yoongi. Hanbin mengulas senyum pada Raeun sebelum berbalik pergi dan memasuki mobilnya.
Raeun bisa merasakan genggaman ditangannya kian mengerat. Yoongi tidak mengatakan apapun tapi mata tajamnya seolah berbicara bagaimana isi hatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let Go//MinYoongi
Fanfiction[ON GOING AND REVISI] Hal yang paling kubenci dalam diriku adalah mencintaimu. Cintamu mengurungku dalam pusaran yang terus menarikku dan mencoba menenggelamkanku. Bahkan aku berharap bisa mendapatkan cintamu walaupun cinta palsu. Min Yoongi. *Cerit...
