Twenty Five [LET GO]

2.6K 163 23
                                        

Raeun menggeliat pelan diatas kasur dengan selimut yang masih membelit tubuhnya. Ia melirik jam yang tergantung disalah satu sudut kamarnya. Masih jam delapan pagi. Matahari sudah sangat terang menyinari sebagian isi kamarnya.

Raeun melihat kesamping yang ternyata sudah kosong, tidak ada siapapun disampingnya. Yoongi sudah bangun dan tidak mungkin pria itu pergi bekerja karena ini hari libur. Tak ingin memikirkannya, Raeun mendudukkan dirinya seraya mengikat rambutnya yang terlihat kacau.

Saat menurunkan kakinya Raeun mengernyit, ia baru ingat jika kakinya sedang terluka. Dengan perlahan Raeun berdiri, berniat kekamar mandi untuk mencuci muka dan rutinitas lainnya yang ia lakukan setelah bangun tidur. Raeun menguap beberapa kali karena kantuk yang belum sepenuhnya hilang.

Raeun membawa langkah kakinya dengan sedikit tertatih. Wanita itu menghela napas pelan karena harus menuruni tangga yang menjadi satu-satunya akses kelantai satu. Akibat kecelakaan kecil yang dialaminya dua hari yang lalu membuat kedua lututnya harus diperban dan tentu saja menghambat aktifitasnya.

Perlahan tapi pasti Raeun menuruni anak tangga dengan tangan yang menuntun kedua kakinya untuk melangkah, ia sesekali meringis ketika lututnya terasa nyeri. Langkah Raeun terhenti begitu mendengar pintu utama yang terbuka, Raeun memutar kepalanya kearah pintu dan mendapati Yoongi yang sepertinya baru saja olahraga pagi.

Seperti biasa, setiap minggu Yoongi selalu pergi jogging. Pria itu langsung membawa langkahnya menuju dapur. Membuka lemari pendingin dan menegak sebotol air putih hingga tandas. Raeun tidak melanjutkan langkahnya melainkan matanya masih setia menatap Yoongi.

Setelah melepas dahaga Yoongi berniat kekamarnya untuk mandi namun langkahnya terhenti ketika melihat Raeun sedang berdiri ditengah anak tangga.

"Astaga, Raeun. Apa yang kau lakukan?" Yoongi setengah berteriak dan berlari menghampiri Raeun.

"Kenapa? Aku hanya ingin minum." Raeun mengernyit karena teriakan Yoongi.

"Kau tidak melihat keadaan kakimu, aku bisa mengambilkannya untukmu."

"Kau lama, tenggorokanku benar-benar kering. Lagipula lukaku sudah mulai pulih."

Raeun menampakkan senyum lebarnya agar Yoongi percaya padanya. Untuk kesekian kalinya ia melihat raut khawatir yang menghiasi wajah Yoongi. Meskipun tidak mengatakan secara langsung namun dari matanya, Raeun dapat melihat kekhawatiran itu.

Tanpa membalas lagi, Yoongi memutar tubuhnya membelakangi Raeun.

"Naiklah."

"Jangan berlebihan, Yoon. Aku masih bisa berjalan sendiri."

Yoongi mendengus dan kembali melangkah menuruni tiga anak tangga. Pria itu kembali berbalik memperhatikan Raeun yang masih berdiam diri ditempatnya dengan ekspresi tanya.

"Kalau begitu, sekarang turunlah. Aku ingin lihat kakimu yang katanya sudah sembuh."

Raeun terbelalak, baru empat langkah saja sudah membuatnya ingin menyerah. Yoongi memang tidak salah memintanya turun sendiri tapi setidaknya pria itu membantunya. Sangat menyebalkan.

"Baiklah."

Raeun menahan mati-matian nyeri yang dirasakan lututnya, baru dua langkah tapi terasa sangat berat. Yoongi kembali menghampirinya dan meraih tubuhnya lalu menggendong Raeun.

"Itu yang kau bilang sudah pulih? Wajahmu saja pucat menahan sakit."

Mendengar itu, Raeun hanya meringis. Yoongi menurunkan tubuh Raeun dengan perlahan diatas sofa. Kemudian kembali kedapur untuk mengambil segelas air putih dan menyerahkannya kepada Raeun.

Let Go//MinYoongiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang