Twenty Two [LET GO]

2.8K 184 7
                                        

Mengubah perasaan seseorang memang bukanlah hal yang mudah, namun mengapa jatuh hati pada seseorang sangat mudah seperti membalikkan telapak tangan. Hanya dengan melihat matanya jantung berpacu begitu cepat seakan ingin berlari dari tempatnya. Merasakan sentuhannya mampu membuat syaraf dalam tubuh terasa terbakar.

Pertemuan kedua Raeun dengan Yoongi didepan pendeta membuat wanita itu merasakan perasaan berbeda. Ada sesuatu yang menariknya kedalam mata dingin pria itu. Pernikahan tanpa senyuman dan kebahagiaan merupakan salah satu takdir terburuknya, namun sebaliknya jika waktu bisa diulang kembali Raeun ingin lari sejauh mungkin dari sana, dari hadapan pria itu.

Ingin menjauh dan pergi untuk sekarang Raeun tidak mampu lagi, ia sudah melangkah sejauh ini. Bertahan hingga titik dimana ia ingin menyerah dan melepaskan perasaannya. Namun siapa sangka takdir berkata lain, ketika Raeun ingin menyerah pria itu justru menariknya. Memberikan sebuah penawaran rasa untuknya yang tidak pernah ia bayangkan.

Setiap mengingat awal perjumpaan mereka membuat Raeun ingin menertawakan dirinya sendiri. Sebenarnya ia yang bodoh atau nasibnya memang harus sesial ini. Menyerahkan dirinya sendiri pada lubang dalam yang mungkin akan menenggelamkannya perlahan. Ia ragu karena belum mencapai garis finish yang akan menentukan siapa pemenenangnya.

Raeun melirik seseorang yang duduk disampingnya, sibuk mengendalikan setir mobil yang tengah melaju. Kulit pucatnya, rahang tegas serta tatapan matanya yang selalu dingin dan terkesan tidak perduli menjadi objek favorit Raeun. Ia harap Yoongi selalu disampingnya, karena sekarang pria itu yang memegang kebahagiaannya.

"Mobil ini mungkin akan hilang kendali jika kau terus menatapku seperti itu." celetuk Yoongi ditengah keheningan yang terjadi didalam mobil itu. Raeun mengerjap sesaat sebelum mengalihkan pandangannya.

"Percaya diri sekali, siapa yang menatapmu." Raeun berusaha menyangkal namun ia merutuki dirinya sendiri karena akhir-akhir ini dirinya memang sering menatap Yoongi terang-terangan dan sialnya lagi pria itu selalu menangkap basah kegiatannya.

"Untuk apa mengelak, bukankah kau sering melakukannya?"

"Memang kenapa? Apa kau merasa risih, jika iya aku tidak akan melakukannya lagi."

Yoongi tidak langsung menjawab, ia menarik sudut bibirnya "Lakukan apapun yang kau suka, aku tidak akan melarang."

Lantas Raeun tersenyum "Kalau begitu, kau juga tidak akan melarangku bekerja, kan?"

Yoongi menekuk keningnya, kemarin ia memang terus mengatakan pada Raeun agar tidak bekerja lagi. Semua kebutuhan wanita itu akan menjadi tanggung jawabnya, namun Raeun terus menolak dengan alasan ia tidak bisa hanya duduk diam dirumah.

"Itu pengecualian. Ingat, aku hanya memberimu waktu seminggu lagi untuk bekerja disana."

"Apa ini karena Hanbin? Kau tidak seharusnya memusuhinya seperti itu. Dia temanku, Hanbin pria yang baik. Dia juga membantuku untuk bekerja disana agar aku bisa membayar sebagian biaya sekolahku sendiri."

Hening. Yoongi tidak membalas ucapan Raeun. Jika sudah menyebut dan membahas Hanbin maka pria itu akan diam seolah berpura-pura tidak mendengar. Merasa diacuhkan Raeun kembali terdiam, menyandarkan kepalanya pada kaca mobil. Inilah salah satu sifat buruk Yoongi, keras kepala dan bertingkah semaunya.

Mobil yang ditumpangi sepasang suami istri itu berhenti didepan sebuah gedung, beberapa orang berlalu lalang disekitar tempat itu. Raeun melepaskan sabuk pengaman dan bergegas turun, akibat obrolan mereka beberapa menit yang lalu tidak ada yang membuka suara kembali bahkan Yoongi tidak mengatakan apapun setelah Raeun turun dari mobil itu dan menutup pintunya dengan sedikit bantingan.

Yoongi langsung menginjak gas setelah memastikan Raeun turun. Wanita itu terus menyumpah dalam hati, kekesalannya pada Yoongi kian bertambah karena sifat pria itu yang semena-mena. Melakukan semuanya sesuka hatinya dan Raeun kembali mempertanyakan keseriusan Yoongi padanya.

Let Go//MinYoongiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang