masalah?

5.5K 263 4
                                        

Setelah belajar dan mengerjakan tugas aku berniat untuk mecari sosial media Nando. Ya aku hari ini tidak larut belajar karena tugasku sedikit dan kabarnya besok banyak guru yang sedang pelatihan jadi kemungkinan kelasku banyak jam kosong.

Aku membuka aplikasi instagram lalu mengetik sebuah nama untuk ku cari akunnya

Nando Dwi Septanto
NandoDS
Nando Dwi
Nando D
NaDwiSep

Ah tidak ketemu. Akhirnya aku menyerah saat itu untuk mencari akunnya. Saat aku membuka beranda, ternyata Ale baru saja memposting sebuah foto ketika dia touring waktu itu.

Pucuk dicinta ulat pun tiba.

Benar saja Ale menandai semua orang di dalam foto itu. Langsung saja aku meilihat akun yang bernama

Nandodo20

Pantas saja dari tadi tidak ketemu. He he he

Aku melihat foto-fotonya. Baguslah tidak ada foto bersama perempuan. Setidaknya aku tidak sedang berusaha merusak hubungan seseorang.

Langsung saja aku mengikuti sosmednya dan menyukai seluruh potonya tanpa berpikir panjang.

Aku adalah wanita yang sangat nekad dan tidak suka bertele-tele. Kalau aku suka sesuatu akan aku kejar semampu yang ku bisa. Kalau menunggu seseorang men datangiku sampai kapan aku mendapat pacar. Mana ada laki-laki yang senag dengan ku walau pu  kata temanku aku tidak jelek hanya saja kelebihan berat tubuh.

Setelah aku merasa lelah sudah cukup lama memainkan ponsel, aku menyimpannya dan bersiap tidur.

Keesokan paginya alarm di ponselku berdering menandakan aku harus segera bangun. Setelah mematikan dering alarm, ada sebuah notifikasi yang membuat aku kaget.

Nandodo20 mulai mengikuti Anda.

Whatt ! langsung di follback. Ternyata dia ga sombong. Batinku.

Aku segera melangkah ke kamar mandi dengan hati yang senang.
Sesampainya di sekolah benar saja hampir semua mata pelajaram tidak ada guru. Hanya saja ada guru yang memberikan tugas sebagai pengganti absennya beliau hari ini.

Setelah selesai mengerjakan tugas tepat pukul 9. Waktu menuju istirahat masih lama dan aku mengajak Dinda dan Ale ke masjid untuk melaksanakan sholat dhuha. Saat kami berjalan menuju masjid sekolah, aku melihat di lobbi ada yang menarik perhatianku.

Ya itu Nando. Tapi disamping nando ada seorang Ibu Paruh Baya yang wajahnya mirip dengan Nando. Apakah itu ibunya ? karena aku penasaran sebisa mungkin aku mengarahkan Dinda dan Ale agar mereka mau lewat lobbi.

“ eh lewat lobbi aja, lewat pintu samping panas. “ucapku pada Ale dan Dinda.

“ tumben biasanya gamau lewat lobbi. “ ketus Ale.

Ya memang aku terkadang tak mau lewat lobbi karena terkadang malas jika diperintahkan untuk mengambil absen ke beberapa kelas oleh guru piket apalagi kalau kelasnya di lantai  dua atau tiga.

“ itu sekalian nanya guru piket nanti mata pelajaran setelah ini ada gurunya apa masih jam kosong. “ jawabku agar Dinda dan Ale tidak curiga.

Akhirnya mereka mau melewati lobbi. Kebetulan tidak ada guru piket jadi aku tak perlu berpura-pura menanyakan yang tadi aku rencanakan.

“iya bu, sudah beberapa kali anak ibu kami beri teguran namun tidak pengaruh. Mungkin jika ibu yang memberi tahunya akan lebih didengar. “ ujar bu Neni wali kelas 11 IPA 2.
Sekilas aku mendengar perkataan bu Neni. Aku sempat bertanya tanya ada apa dengan Nando. Apakah dia termasuk siswa yang bermasalah ?

Setelah kami bertig Selesai melaksan sholat, aku menengok arah lobbi, ternyata masih ada Nando, ibunya dan bu Neni wali kelasnya.

Tadinya aku berpikir untuk lewat lobbi, tapi aku takut kedua temanku curiga tentang rasa ku pada Nando. Akhirnya aku hanya bisa melirik sedikit ketiga orang yang sedang berbincang.

Di sana, Nando terlihat hanya menunduk sambil memainkan pulpen yang iya pegang.
Entah ini rasa khawatir atau iba, yang jelas aku mulai peduli.

How to Be Yours ✅(completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang