Chat

4.1K 231 1
                                        

Dua hari setelah Nando mengirimkan pesan, aku baru berani membalasnya.

“ maaf, kepencet. “

Padahal hanya dua kata itu yang ingin ku kirim. Tapi takutnya setengah mati.

Paginya aku kembali beraktivitas seperti biasa, sesampainya di sekolah. Intan sudah datang sebelumku.

“ Ra, ayo dong cerita ! “ teriak Intan saat aku hendak duduk di kursiku.

Saat kejadian kemarin aku belum sempat bercerita pada Intan karena belum siap, namun stelah di pikir-pikir aku butuh seseorang untuk berbagi.

Langsung ku hampiri Intan.

“ sebenernya gue bingung, Tan. “

“ kenapa ? emang Nando kenapa, Ra? “

“ ih gak kenapa-napa, dia juga ga kenal gue kok. Gimana ya, Tan. Baru kali ini gue tertarik sama cowok sampe se kepo ini.” Ucapku pada Intan pelan supaya tak terdengar oleh siapa pun.

“ ya lanjutin aja kali. Cinta itu datang karna terbiasa, Ra. “

“ ya iya terbiasa, tapi kalo ceweknya modelan gue juga dia ga akan mau. “

“ ga boleh minder gitu ah.Eh pinjem HP lo dong, Ra. “

“ buat?”

intan tak menjawab, dia langsung merampas ponsel yang sedari tadi ku genggam. Memang tidak sopan anak itu.

“ nih udah.”

Intan memberikan kembali ponsel itu ke tangan ku.

aku meninggalkan Intan ke toilet. Saat aku telah selesai aku mengaca sebentar di kamar mandi. Tiba-tiba ada suara notifikasi dari Line.

NandoDS : Oh. Nando.

Karena aku penasaran mengapa Nando mengirim pesan seperti itu. Akhirnya aku buka room chat kami. Benar saja.
Bukan Intan namanya kalau bukan usil.

Ternyata saat Intan meminjam ponselku, dia mengirim pesan pada Nando. Padahal pesan sebelumnya yang ku kirim pun hanya dibaca oleh Nando.

“ Hai, kenalin aku Nara. Salam kenal, ya.:) “

Aku menepuk keningku, bisa-bisanya Intan melakukan ini hingga aku dibuat malu olehnya.
Mana Nando balesnya jutek banget lagi. Jadi tambah malu kan. Ucapku dalam hati.

Saat aku masuk kelas, Intan sudah senyum0seyum tidak jelas. Pasti dia sudah tahu kalau aku sudah mengetahui aksi gilanya.

“ emang lu ya jail banget, Tan. “

“ HAHA. Sorry. Kan biar kalian chattingan. “ Wajahnya begitu senang.

Pesan yang Nando kirim masih ku anggurkan karena bingung ingin balas apa. Sekaligus takut juga kalau nanto ilfeel denganku. Tapi aku juga masih penasaran dengannya.

Akhirnya dengan menghilangkan rasa maluku. Aku membalas.

Lo Nando yang anak IPA 2, kan?

Aku tahu pasti Nando tidak langsung membalas pesanku. Atau bisa jadi hanya di baca seperti kemarin.

Akhirnya bel menandakan jam pelajaran terakhir akan segera dimulai berbunyi. Aku memasukkan ponselku kembali ke dalam saku.

Setelah 90 menit pelajaran Matematika berlangsung. Aku merapihkan barang-barangku ke tas. Saat aku hendak melihat notifikasi.

Ternyata Nando membalas pesanku.

NandoDS : Iya, kenapa? Lo siapa sih?

Kok dia jawabnya kayak ketus gitu ya. Langsung saja aku membalasnya.

Gue Nara, kelas 11 Bahasa. Temennya Idam sama Ale.
Gapapa kok. Cuma mau kenalan aja. Hehehe

Saat aku mengirim pesan itu, aku pun tidak begitu mengharapkan balasan dari Nando. Mungkin bahkan saat ini dia sedang bingung dan kesal? Jijik ? atau apa entah lah.

How to Be Yours ✅(completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang