setelah tiga bulan masa sulit yang ku alami dikarenakan masuknya ibuku ke 'tempat' mengerikan itu. setelah menjalani hari-hari dengan ketegaran yang ekstra. karena menurutku ini adalah masalah terberat selama hidupku. tapi, di sekolah aku tetap menjadi Nara yang biasa. Nara yang ceria dan menjadi tumpuan kesah teman-temannya.
tak ada satu pun temanku yang mengetahui soal ini karena aku menutup rapat. kebetulan letak sekiolahku jauh dari lingkungan ruman, jadi lebih mudah untuk menutupinya.
ibuku terbukti tak bersalah dan akhirnya dibebaskan. perlahan, kehidupanku mulai normal walau awalnya memang merasakan kesulitan yang teramat sangat.
selama tiga bulan itulah aku berhasil melupakan sosok Nando. aku seperti biasa, aku bersikap layaknya tak pernah mengenal dirinya.
hari ini adalah hari pertama ketika aku menginjak kelas 12. hari pertama sekolah setelah libur panjang, biasanya diawali dengan Upacara bendera. dan di hari itu pula diumumkan siswa berprestasi yang mendapatkan nilai-nilai terbaik di tingkat kelas sebelumnya.
Peringkat pertama kelas 11 bahasa adalah Nara Aulia dipersilahkan untuk maju ke depan
sungguh rasanya tak percaya ketika mendengarnya. aku tak percaya lantaran saat ujian pikiranku terbagi-bagi antara sekolah dan masalah keluarga. tapi syukurlah aku masih bisa mempertahankan nilaiku ditengah badai yang tengah menerjang.
" ah Nara lagi "
" sudah pasti dia lah "
" langganan maju Nara mah "
aku mendengar celetukan-celetukan itu yang keluar dari mulut teman sekelasku. dengan malu dan ragu, aku maju ke depan diikuti dengan peringkat kedua dan ketiga.
sesi pemberian piagam telah selesai dan peserta upacara di bubarkan. aku menerima ucapan selamat dari para guru dan beberapa temanku.
saat aku hendak menuju kelasku, ku lihat di depan ruang kelas IPS 3 banyak anak lelaki yang duduk dan bercanda, aku tahu itu adalah gerombolah genk MJ yang memang kalau sebelum masuk hobinya nongkrong dan mengerjai orang yang lewat.
ditengah kumpulan lelaki tersebut, dari jarak 50 meter aku bisa melihat kalau salah satu dari mereka ada yang bernama Nando. tadinya aku enggan melewati mereka, namun apalah daya aku itu memang jalan satu-satunya menuju kelasku.
saat aku melewati mereka, untungnya mereka sedang bernyani bersama jadi aku tak jadi korban kejailan mereka. namun aku sempat menengok sedikit ke arah mereka, jantungku tak bisa berhenti ketika ada mata yang sedang melihat ke arahku. ya itu sepasang mata Nando. dia melihat ke arahku.
dengan keberanian yang tak yakin, aku melirik dan pandangan kita bertemu, saat itu juga aku reflek melengkungkan senyuman padanya. dan yang tak ku sangka dia membalas senyumanku dengan kesadarannya.
dengan cepat karena rasa kegirangan yang luar biasa aku agak sedikit berlari ketika memasuki kelas.
Oh Tuhan.
apakah aku sedang mimpi?
Tidak Nara. kamu sedang berhalusinasi.
aku mencoba menenangkan diriku sendiri dari euforia merasakan senyuman Nando.
seketika, senyuman Nando tadi membangkitkan Singa yang sedang tidur dalam diriku. aku ingin mengejar Nando lagi. apakah bisa?
akhirnya aku memutuskan untuk mencobanya sekali lagi. dan apabila ini tak berhasil aku nyatakan ini yang terakhir dan tidak ada perjuangan selanjutnya.
tidak Nara. Kau sedang berhalusinasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
How to Be Yours ✅(completed)
Novela Juvenil" Biarkan aku mencari cara untuk mengetahui ketulusan seseorang." - Nara
