Semakin hari aku melupakan Nando, semakin hari pula aku merindukannya.
Mengapa rindu ya, padahal bicara pun jarang. Bertemu hanya di sekolah. Aku salah ternyata ini bukan obsesi. Awalnya aku berpikir kalau perasaanku pada Nando hanyalah obsesi. Tapi tidak, aku benar-benar menyukainya.
Satu-satunya teman yang ku jadikan tempat bercerita soal perasaanku adalah Intan. Karena aku tau Intan adalah orang yang mengerti bagaimana perasaanku. Dia yang paling paham dengan apa yang aku lakukan. Tak ada seorang pun. Memang benar Nidya mengetahui soal perasaanku pada Nando, tapi itu dulu sebelum Nando memintaku untuk tidak mengganggunya. Semenjak aku memutuskan untuk menghentikan usahaku mendapatkan nando, aku bercerita pada Intan.
Fase-fase dimana aku benar merindukannya. Tak perlu bicara banyak, aku hanya minta bertatap muka. Hanya Intan yang mengetahui hal ini.
Esok adalah hari ulang tahunku. Aku tipe orang yang tidak suka mengumbar hari ulang tahun. Kebetulan hari ulang tahun ku dan Intan hanya berjarak 2 hari saja.
Saat ulang tahun ke-17, aku bersama Intan membuat acara. Mengundang teman teman OSIS dan teman kelas serta teman yang lain.
1 minggu sebelum acara, aku dan Intan sibuk mempersiapkan malam sweet 17 kami.
Ulang tahunku saat itu jatuh pada hari selasa. Selasa pagi pukul 04.30, aku sudah bangun dari tidurku. Setelah mandi aku bersiap-siap berangkat ke sekolah. Saat sarapan aku menyempatkan untuk mengecek hp. Sudah banyak notifikasi yang muncul. Mereka memberikan selamat dan doa. Aku membalasnya satu persatu.
Aku senang ketika mereka semua perhatian padaku. Namun ada yang membuat hari ulang tahunku kali ini sangat menyenangkan.
NandoDS : Selamat Ulang Tahun ya, Ra.
Satu notifikasi yang tak pernah aku sangka datangnya. Ku tunggu pun tidak karena tak ada harapan lagi padanya.
Senang, sangat senang. Aku membayangkan bagaimana dia bisa mengetahui hari ulang tahunku mencari dimana dia ? Padahal aku menulis tanggal lahir yang salah di Line ku.
Entahlah pokoknya hari itu aku sangat bahagia. Tidak hanya ucapan, di hari itu Nando mengulas senyumnya ketika berpapasan denganku di kantin.
Mengapa Nando berubah sedrastis ini. Padahal terakhir bertemu saja 2 bulan lalu saat foto buku tahunan sekolah.
Apa karna merasa dia tak enak karna aku memberinya kado saat ulang tahunnya ? Mungkin juga. Tapi apalah itu alasannya, aku sangat senang Nando mengetahui hari jadiku.
Aku menceritakan semuanya pada Intan saat jam istirahat kedua. Intan pun juga ikutan senang.
" eh Ra bentar gue mau ke Nurul bayar utang."
Ucap intan dii sela perbincangan kami.
Saat menunggu Intan. Ada bunyi notifikasi.
NandoDS : udah ya. Terus gimana jadinya ?
Maksudnya gimana apa ? Apa yang jadi ?
Sumpah aku tidak mengerti. Kenapa Nando bisa chat dengan Intan. Mereka membicarakan apa ? Perasaanku mulai berkata lain.
Saat Intan sudah kembali, aku langsung pura-pura meminjam HP intan.
"tan pinjem dong mau buka IG"
Kalau dia tidak berani meminjamkan berarti ada yang dia sembunyikan.
" ambil aja biasanya juga ga pake izin"
Tapi dia tidak melarangku. Ini kesempatan. Aku segera mengambil HP intan dari meja, langsung ku buka Aplikasi Line. Tapi, tumben pakai PIN. Wah sama saja bohong kalau begini.
" Tan, PIN Line berapa ? "
" 1345"
Loh kenapa dia kasih ya ? Mungkin dia keceplosan karena sedang sibuk bicara juga dengan Fani.
Langsung ku buka, benar itu profile akun Nando.
Ternyata di dalam isi chatnya adalah permohonan Intan pada Nando. Intan minta Nando untuk mengucapkan aku Ulang tahun lewat chat.
" Ra kok lo bengong. EH RA. SINI HP GUE."
" Gapapa kok, Tan. Btw makasih ya. Tapi maaf gue ga butuh dikasihanin."
----------------------
TO BE CONTINIE !!
KAMU SEDANG MEMBACA
How to Be Yours ✅(completed)
Ficção Adolescente" Biarkan aku mencari cara untuk mengetahui ketulusan seseorang." - Nara
