f l e u r

4.5K 238 10
                                        

Ternyata yang dibawa adalah bunga mawar. 

Aku mencoba menebak siapa yang memberikannya. Aku sangat yakin sebenarnya itu dari Nando,  tapi dia saja tidak menghubungiku lagi. Bagaimana mungkin dia yang memberikannya.

" Mbak ini ada yang ketinggalan. "
Tetangga kos ku yang dititipkan tadi memberikan sepucuk surat.

Begitu ku buka dan melihat tulisannya,  ingin tertawa karena dia benar-benar menulisnya sendiri.

Kira-kira seperti ini isinya :

Nara, gue gak tau sejak kapan gue mulai tertarik sama lo. Yang jelas, saat ini yang gue rasain itu nyaman. Gue tau dulu gue emang jahat, gak tau diri, angkuh,  pilih-pilih. Tapi kayaknya,  sekarang gue kemakan ego gue sendiri. Gue sayang lo, Ra.

- Nando

Aku senyum-senyum sendiri ketika membaca surat yang diberikan Nando. Jadi seperti ini rasanya disayang.

Tanpa basa-basi, aku langsung menghubungi Nando.

" Nan. "

" Ngapain lo nelfon gue? "

Jawaban Nando sangat berbanding terbalik dengan surat yang dia tulis.

" Makasih, ya bunganya."

" Lupain aja."

Bagaimana maksudnya lupakan? Baru saja aku bahagia karena dia menyatakan isi hatinya. Tiba-tiba dia kembali menjadi Nando yang menyebalkan.

" Gue gak mau ganggu hubungan orang. "

" Hubungan siapa? "

" pikir aja sendiri. "

" Nan tapi gue say... "

Tiba-tiba telfon tertutup.

Aku sangat yakin Nando mendengar perbincanganku dengan mas Ilham saat Mas Ilham mengantarku pulang. Aku yakin pasti Nando menguping.

Jujur aku kira malam ini adalah malam yang paling membahagiakan. Ternyata tidak.

Setelah 20 menit aku tidak bisa menguasai diri,  akhirnya aku bisa tenang.  Aku mrncoba mengirim pesan pada Nando. Semoga dia membaik.

Gue gak pacaran sama Mas Ilham, gue nolak dia. Gue sayang lo. Juga.

Dua detik setelah aku mengirimnya, Nando langsung membaca pesanku.
Tapi sayang dia tidak membalas. Sepertinya dia benar-benar menjauhiku. 

Karena sudah malam harusnya aku tidur, namun tidur bukan solusi yang baik sepertinya. Semakin aku paksa menutup mata,  semakin bayang-bayang Nando menghantui.

Melamun.

Ya itu yang aku lakukan. 

Tiba - tiba ada telepon masuk.

" keluar. Gue didepan. "

Rasanya,  antara senang dan takut.

Aku keluar kos,  benar saja. Nando sudah menunggu di dalam mobil.

Aku membuka mobilnya.

Wajah Nando tidak bisa diprediksi. Marah? Senang? Entahlah.

" Lo harus jadi pacar gue! "

Wow.

Belum ada satu kata pun yang keluar dari mulutku. Nando langsung mengatakan kalimat yang cukup membuatku terkejut. 

Apakah aku dalam mimpi?

Semoga tidak.


How to Be Yours ✅(completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang