Part 4 - Sepupu Gila

1.7K 188 104
                                        

Selamat Membaca Love Is Music Part 4 || Sepupu Gila

Selamat Membaca Love Is Music Part 4 || Sepupu Gila

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Viola Appolie Clarabelle

🍁🍁🍁
Ku dengar alunan nada yang indah, yang menghilangkan hati yang gundah.
🍁🍁🍁


Gitar pergi ke rooftop sekolah. Menenangkan diri di sana. Cowok itu merasa kesal dengan ulah adik kelas tadi. Gitar mengeluarkan asap dari mulutnya. Jika dalam hal kepepet, atau kemarahan yang tiba-tiba, dia mengalihkan masalahnya dengan merokok. Tanpa memedulikan kesehatannya.

Walaupun hanya satu batang, hal itu sungguh menganggu ke suaranya. Jika orang tuanya mengetahui, pasti dia terkena marah, dan tidak diperbolehkan menyelami dunia musik lagi.

"Ternyata gini ya kelakuan asli vokalis band Axellez."

Gitar mengabaikan sindiran dari suara yang familiar itu. Cowok itu tetap mengghisap rokoknya, walaupun dia sendiri sudah tahu apa resikonya untuk kesehatan dan kariernya.

"Lo mau?"

Gitar memandang datar sebotol alkohol yang disodongkan padanya, tanpa minat mengambilnya.

"Lo gila, ya. Bisa-bisanya bawa minuman itu ke sekolah? Kalau sampe ketauan guru BK, bisa dikeluarin lo dari sekolah!" Gitar mematikan puntung rokoknya dengan menginjaknya dengan sepatu.

Zela mengabai ucapan Gitar. Cewek itu menenggak sendiri alkohol yang ia bawa. Kemudian ia berkata, "Apa bedanya sama lo. Ngerokok di sekolahan. Padahal ada larangannya juga, kan?" Zela balas menyindir.

"Gue kayak gini karena kepepet. Gak kayak lo yang menjadikan minuman itu asupan lo setiap hari." Gitar menunjuk minuman yang dipegang Zela dengan dagunya.

Walaupun sebenarnya Gitar merasa muak dengan semua sikap Zela, namun dia tetap menjaga gadis itu. Bukan karena Zela sepupunya saja, melainkan gadis bar-bar itu pernah menolongnya saat Gitar dikroyok anak sekolah sebelah waktu di kelas sepuluh. Hingga gadis itu masuk rumah sakit dengan luka lebam yang parah.

Dan Gitar merasa bersalah serta berutang budi dengan sepupunya itu. Zela rela mengorbankan nyawa demi dirinya. Namun Zela memanfaatkan hal itu untuk kepentingan dirinya sendiri.

Bahkan, sampai saat ini, jika Gitar tidak memenuhi keinginan Zela pun gadis itu selalu mengungkin masalah dua tahun yang lalu. Menyebalkan sekali bukan?

"Gue minum ini biar lo terus perhatian sama gue." Zela menjelaskan apa yang ada dipikiranya. Entah gadis itu mabuk atau tidak, perkataannya barusan sangat menganggu Gitar.

"Berhenti gangguin gue, Zel!" Ingin sekali Gitar mengatakan hal itu sejak lama. Namun baru sekarang kalimat itu keluar dari bibirnya.

Zela tersenyum masam. "Lo gak inget, lo berutang budi sama gue? Nyawa gue sekarat gara-gara nolongin lo."

Love Is Music Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang