[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
Gitar Exel Julian, merupakan vokalis dari Axellez, band terkenal di sekolahnya. prestasi-prestasinya telah diketahui orang-orang sekitar. Bahkan band yang dia bangun melalui ekstrakulikuler sekolahnya kini telah terkenal di...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hanzela Cicely Blossom
🍁🍁🍁 Bagimu aku hanyalah remahan rengginang di kaleng kong ghuan. Tak berarti apa-apa. 🍁🍁🍁
Melody membuka matanya perlahan. Tangannya terulur memegang keningnya yang terasa pening. Pandangannya menoleh ke segala sisi. Ruangan yang sudah tampak tak asing baginya. Tapi di mana?
"Akhirnya lo sadar juga."
Mata Melody menyipit, menemukan sahabatnya yang menampakkan raut wajah semringah.
"Gue di mana?"
Kenn dan Willona saling pandang, mereka lalu menatap Melody heran.
"Mel, lo gak amnesia, kan?" tanya Kenn was-was. Dia takut jika hal buruk terjadi pada Melody. Apalagi orangtua Melody sudah mempercayainya untuk menjaga dan melindungi anaknya.
Melody merubah posisinya menjadi duduk, dengan kepala yang bersandarkan pada ranjang UKS.
"Gue gak amnesia, Kenn. Gue masih inget semuanya." Kesadarannya kembali didapat, gadis itu baru menyadari bahwa dia sedang berada di UKS. "Gue kok di sini?"
"Katanya tau semuanya. Tapi kok gak inget kalo lo pingsan di toilet."
Melody mengingat sesuatu mendengar perkataan Willona barusan. Ya, dia ingat kejadian di toilet. Saat dia ingin menghentikan perkelahian antara Viola dan Zela dia malah terdorong hingga jatuh, dan keningnya berdarah.
"Sekarang gue inget." Melody diam sejenak, lalu menghela napas sebelum melanjutkan perkataannya. ''Terus kabarnya Zela gimana? Dia dihukum atau di keluarin dari sekolah?"
"Dia tetep sekolah di sini." Kenn menjawab dengan raut wajah kesal. Cowok itu melanjutkan perkataannya. "Orang tuanya Zela itu donatur terbesar sekolah kita, jadi guru-guru gak bisa ngeluarin Zela dari sini. Ada sih guru galak yang udah gak tahan lagi sama sikapnya Zela. Tapi mau gimana lagi, Zela malah nantang mereka, kalau sampe salah satu guru ngaduin sikap Zela ke Papanya, maka bokap Zela gak bisa ngasih donasi lagi ke sekolah ini."
"Gak adil banget, kan?" Willona menimpali. "Mentang-mentang sekolah jadi elit gini karena donasi yang diberikan bokapnya Zela setiap bulannya, terus dia gak bisa di keluarin dari sekolah. Padahal poinnya dia aja udah min ratusan."
Orang kaya mah bebas untuk berbuat apa semau mereka. Semua bisa di beli dengan uang. Namun ada satu hal yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Yaitu cinta.