Nah, update kan ya.
Sebelum baca, aku mau tahu harapan kalian dong buat cerita Love Is Music.
Tismoti juga boleh.
Happy reading.
🍁🍁🍁
Bisa jadi orang yang mendukungmu adalah orang yang ingin menjatuhkanmu, begitu pula sebaliknya. Untuk itu, jangan terlalu percaya pada teman, dan jangan terlalu tidak suka pada musuh. Keduanya suatu saat bisa bertukar peran yang bisa membantu dan menyingkirkanmu.
🍁🍁🍁
Melody sudah siap untuk acara hari ini. Gadis itu sudah didandani oleh sekedemikian rupa oleh Willona.
"Coba deh, lo muter."
Melody menurut apa yang diucapkan Willona. "Gimana?"
"Cakep, Mel. Gue yakin, orang yang ada di sana pasti terpukau sama kecantikan lo. Sama suara lo juga."
Ucapan Willona membuat semangat tersendiri bagi Melody.
''Thanks, Will." Melody memeluk Willona.
"Halah, kayak sama siapa aja."
tin ... tin ... tin.
Suara klakson mobil membuat mereka melerai pelukan, keduanya menoleh ke arah jendela.
"Tuh, pangeran lo udah dateng," ucap Willona, disertai senyumannya.
"Gue berangkat duluan ya." Melody berpamitan.
"Gitar lo jangan lupa." Ingat Willona.
"Gue gak bawa gitar, Will. Kan udah disediain di sana."
"Iya ya. Tapi kan lo berangkat juga sama Gitar. Gitar yang ini bisa lo peluk, gak dipetik melulu.'' Willona terkekeh.
"Apa sih lo. Gak jelas."
"Mel, gue minjem kamar mandi lo ya? Mau mandi. Badan gue lengket semua nih. Kan gue juga mau nyusul bareng Kenn nanti." Willona sudah membawa semua perlengkapannya. Itung-itung supaya tidak membuang waktu. Jika Kenn menjemputnya di rumah kan lama.
"Hm ... tapi jangan boros air." Melody menggendong tas slempangnya. Sesekali melihat tampilannya yang didandani oleh Willona.
"Siap Memel."
Setelah berpamitan dengan Willona dan orang tuanya. Melody bergegas ke depan. Menghampiri Gitar yang bertengger di luar mobilnya.
Gitar menatap Melody tanpa mengerjapkan mata. Penampilan gadis itu beda dari biasanya. Mungkin karena selama ini Melody selalu tampil natural dan jarang berdandan.
Gitar berdehem, untuk menghilangkan rasa debaran jantungnya. "Yuk."
Melody mengangguk. Dia masuk ke dalam mobil saat Gitar membukakan pintu untuknya.
Keduanya sama-sama diam. Bingung untuk memulai pembicaraan duluan. Hanya alunan musik yang terdapat di dalam mobil tersebut.
Sesampai di mana acara itu diadakan. Melody menghela napas. Dia harus percaya diri untuk tampil nanti.
Melody tersentak, merasakan sentuhan tangan di jemarinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is Music
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gitar Exel Julian, merupakan vokalis dari Axellez, band terkenal di sekolahnya. prestasi-prestasinya telah diketahui orang-orang sekitar. Bahkan band yang dia bangun melalui ekstrakulikuler sekolahnya kini telah terkenal di...
