Absen dulu yuk.
Putar Mulmed ya.
Jam berapa kalian baca ini?
Mulmed kamu.
Pika Iskandar||Milikku
Happy Reading.
🍁🍁🍁
Terkadang kita iri pada seseorang pada suatu keadaan. Sampai-sampai kita tidak bisa membedakan mana rang namanya kemarahan, mana yang cinta dengan ketulusan.
🍁🍁🍁
"Lihat deh. Video cover lagu lo sama Melody viral banget di youtube."
Derby memperlihatkan Video berdurasi 5 menit kepada Gitar. Video itu sengaja dibuat Gitar dan melody kemarin. Sebenarnya hanya iseng-issng saja, ternyata mpatkan respons baik dari orang-orang.
Tristan ikut mengecek video itu lewat ponselnya. "Oh iya. Baru beberapa jam yang lalu udah ribuan aja penontonnya."
"By the way, kapan rekamannya, Gi? Kok lo gak ngajak kita? Lagi pingin berduaan ya?" tanya Derby.
Gitar melirik video itu sekilas. "Itu cuma lagi nganggur doang. Makanya iseng bikin video bareng Melody."
"Oh .... " Derby men-scrool layar ponselnya ke bawah, melihat komentar-komentar yang terpampang di sana. "Gila nih komentarnya, masa mereka bilang lebih bagus suara Melody daripada lo."
"Iya. Tapi banyak juga yang bilang suara mereka cocok kok," timpal Tristan.
Gitar lantas mengecek sendiri akun youtube-nya. Dan yang dikatakan Derby benar. Komentar yang tertera di sana beragam-ragam. Mulai dari yang menjatuhkan, sampai membangkitkan.
Raut wajah Gitar memerah saat membaca komentar yang kebanyakan memuji suara Melody daripada dia. Bahkan ada yang bilang jika suaranya terdengar datar-datar saja.
"Sialan."
Keduanya menoleh mendengar umpatan Gitar.
"Harusnya lo gak usah ngajakin Melody cover kalau kayak gini," saran Tristan.
"Gue juga gak tau respon mereka bakal gini." Gitar sebenarnya tidak ada niat sama sekali meng-upload video itu ke akun youtube-nya. Tapi entah dorongan dari mana ia melakukan hal itu.
"Gua rasa, langkah lo pacaran sama Melody salah deh. Dia malah lebih berjaya daripada lo," ucap Derby. "Kalau gak suka, lo debak aja dia dari awal di Axellez."
Gitar melihat Derby. "Gue tau mana yang harus gue lakuin, mana yang gak perlu. Lo gak usah ikut komen."
Gitar melangkah pergi, keluar dari kelas. Ia ingin mencari udara segar untuk menenagkan pikirannya. Rooftoop menjadi tempat tujuannya sekarang.
Semilir angin menerpa wajahnya yang masih kesal dengan hari ini. Dirasakanya sentuhan lembut di bahu, membuat cowok yang tadinya memejamkan mata itu membukanya perlahan.
"Why?"
"Vi, kok lo bisa di sini?" Gitar balik bertanya.
"Gue tadi gak sengaja lihat lo jalan buru-buru. Terus gue ikutin. Lo ada masalah apa?" Memang Viola selalu peka dengan keadaan Gitar. Jika jalannya sudah terburu begitu pasti ada sesuatu yang disembunyikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is Music
Novela Juvenil[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gitar Exel Julian, merupakan vokalis dari Axellez, band terkenal di sekolahnya. prestasi-prestasinya telah diketahui orang-orang sekitar. Bahkan band yang dia bangun melalui ekstrakulikuler sekolahnya kini telah terkenal di...
