Part 58 - Ada Yang Aneh

651 79 52
                                        

Sudah H berapa nih di rumah aja?

Bosen nggak?

Biar gak bosen baca Love Is Music dong.

Cek mulmed ya gengs

Rekomendasikan ke temen-temen kalian juga ya.

Happy reading.

🍁🍁🍁
Waktu adalah perantara paling nyata, untuk mendekatkan dua orang yang tak saling sapa menjadi nyaman dan timbul benih-benih rasa

🍁🍁


Milo lebih dahulu datang ke ruang musik sebelum Gitar dan lainnya. Dia bersembunyi di balik lemari saat Gitar dan yang lain masuk. Niatnya ke sini ingin mendengarkan pembicaraan mereka. Bahkan, Milo mengaktifkan perekam video di ponselnya, untuk merekam obrolan ketiga temannya.

Milo tersenyum sumir saat berhasil merekam percakapan ketiganya. Namun wajahnya tiba-tiba berubah masam ketika namanya di bawa-bawa, apalagi disangkut pautkan dengan zela.

"Lo, kan udah ada Zela, Mil. Kejar sono calon pacar lo di Amerika."

''Lo aja yang ngejar, Der. Lo, kan belum bisa move one dari dia."

Milo teringat perdebatan mereka kemarin. Sampai sekarang mereka masih saling diam, dan tidak ada satupun yang rendah hati meminta maaf terlebih dahulu.

Cowok itu keceplosan saat merasa telah di jelek-jelekkan. Otomatis persembunyiaannya ketahuan. Ketiga sahabatnya menatapnya tajam.

"Lo udah lama di sini?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Gitar. Cowok itu melipat tangannya di pinggang, matanya menatap lurus Milo yang meringis di tempatnya.

"Pegang apa tuh?" Derby menatap benda yang berada di tangan Milo. "Jangan-jangan habis ngerekan omongan kita ya?"

Sakmat. Itulah situasi yang dia rasakan saat ini. "Hehe, pede banget kalian."

Untuk menitupi kegugupannya, Milo tertawa. Namun hal itu tidak dapat melabui sahabatnya, apalagi Gitar, yang seperti punya indra ke enam.

"Lo ngelakuin sendiri, atau di suruh Marvel?" Gitar menatap lurus Milo, membuat cowok itu merubah raut wajahnya.

"Yah, ketahuan ya." Milo memang bukan orang cerdik yang dapat melabui orang lain. "Gue ngaku deh, emang bener gue ngerekam kalian. Tapi bukan disuruh Marvel, inisiativ sendiri, biar kayak detektif gitu. Ya ... siapa tahu kan, kalau kalian berbuat yang aneh ke gue, gue bisa ngancam, eh malah nyawa gue yang terancam." Milo mendengus.

"Emang kita pernah buat aneh apa ke lo?" tanya Tristan.

"Pada lupa ya. Kalian kan sering ngelakuin hal tanpa libatin gue. Sering jelek-jelekin gue di belakang, lupa?" Milo melihat ketiganya secara bergantian.

"Gak di jelek-jelekin lo emang udah jelek," ucap Derby.

"Sialan!" umpat Milo.

"Hapus videonya atau gue banting," ancam Gitar.

"Hah?"

"Hapus sekarang atau gue rebut paksa dan banting hape lo!" tegasnya.

"Iya iya. Nih udah gue hapus."

Love Is Music Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang