Part 39 - Hujan Kenangan

977 104 72
                                        

Hola Readers.

Update lagi nih.

Cie-cie yang udah nungguin.

Jangan lupa pencet tombol bintang di bawah ya.

Happy Reading.

🍁🍁🍁
Hujan itu istimewa, dia bisa menciptakan alunan musik sendiri. Hal itu merupakan identitas diri, supaya dia dapat dikenali.
🍁🍁🍁

Melody merasa sedikit tidak nyaman. Motor sport milik Gitar tidak cowok untuk tubuhnya yang mungil.

"Jalannya pelan-pelan dong," keluh Melody.

"Ini juga udah pelan kali. Makanya pegangan dong."

Cowok itu merasakan bajunya seperti ditarik-tarik. "Pegangan yang bener, kalo lo cuma pegang ujung bajuku gitu, gue gak jamin keselamatan lo."

"Iya... bawel!" Melody mendengus.

Perlahan, Melody melingkarkan tangannya di perut Gitar. Membuat senyum kecil terukir di ujung bibir cowok itu.

Gitar sedikit memperlambat laju motornya. Dia ingin bicara sesuatu pada Melody. "Mel?"

"Hem?"

"Sorry, ya? Tadi gue bilang lo cewek gue ke Yasa. Itu cuma reflek karena gue gak mau lo diapa-apain sama dia. Padahal kenyataannya kan gak kayak gitu." Gitar menjelaskan.

"Gak papa, kok, gue tau kali."

"Gue jelasin ini biar lo gak ke ge'er-ran karena gue bilang lo itu cewek gue."

"Dih. Pede. Siapa juga yang ge'er? Lagian gue tau kok, lo itu sukanya sama kak Viola."

"Tapi perasaan itu bisa kapan saja menghilang, Mel."

Melody hanya samar-samar mendengar ucapan Gitar. Larena cowok itu makin mempercepat laju kendaraan bermotornya.

Kendaraan itu kini telah sampai ke jalan raya. Meskipun masih jauh untuk menuju rumah Melody.

Perlahan, langit mulai tampak gelap. Bahkan suara halilintar menggema dilangit.

"Mel, mau hujan nih. Kita berteduh dulu."

"Yaudah deh. Lagian gak baik mengendarai motor sambil hujan-hujanan. Jalanannya kan licin."

Gitar menepikan motornya di sebuah tempat yang jaraknya tak jauh dari taman.

"Yuk, masuk," ajak Gitar.

Melody mengedarkan pandangannya ke sekitar. "Ini...?"

"Ini basecamp Axellez. Waktu dulu due ninggalin lo ke taman, gue ke sini."

Melody ingat saat Gitar meninggalkannya saat cowok itu sudah minta tolong padanya. Hal menyebalkan yang membuatnya terjatuh.

Matahari bersembunyi dibalik awan hitam yang menutupi langit. Titik-titik air hujan mulai merjatuhan, menciptakan bunyi tersendiri setelah bertabrakan dengan bumi. Aroma petrikor menyerbak, menyusup pelan-pelan ke dalam hidung.

Love Is Music Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang