Udah part 65 aja nih.
Jangan lupa putar mulmed ya.
Sampaikan sayangku tuk dia - Caitlin dan Iqbal
Happy reading.
🍁🍁🍁
Melody Gitar. Kita berdua memang kombinasi musik yang sempurna. Tanpa melodi, gitar tidak akan menghasilkan nada yang indah. Dan tanpa gitar, melodi tidak mungkin bisa diciptakan. Itu artinya, takdir memang sengaja menciptakan kita berdua.
🍁🍁🍁
Hari ini hati Gitar bahagia. Dia berhasil mendapatkan hati melody. Gadis yang entah sejak kapan meracuni pikirannya itu.
Sepulang sekolah, Gitar sengaja meminta tolong pada Derby dan Tristan untuk meminta tolong merekayasa tentang kecelakaannya. Gitar hanya ingin bertindak lebih cepat, tidak mau Melody malah jatuh dalam pesona Marvel. Kedekatan mereka di perpustakaan menghasilkan lara tersendiri di hatinya.
Bahkan karena saking niatnya, dia membinta tolong pada Derby untuk mem-boking salah satu ruang rawat yang ada di rumah sakit. Tentu saja diperbolehkan, itu merupakan rumah sakit milik keluarga Derby.
"Jadi kalian niat boking ruang rawat sama rooftoop rumah sakit ini buat ngerencanain ini semua?" tanya Melody.
Kali ini mereka berkumpul di rooftoop yang sudah dihias sekedemikian rupa oleh Derby dan Tristan. Makanan yang terhidang itu Gitar yang pesankan. Mereka juga meminta bantuan pada petugas di sini untuk menyiapkan ini semua.
"Iya, Mel. Gitar yang ngerencanain ini semua. Kita cuma bantu dia," sahut Tristan.
"Pantesan, kalian kagak ngasih tau gue." Milo menyahut, dengan nada sedikit kesalnya.
Derby membenahi posisi duduknya. "Kalau ngajak lo yang ada gatot, Mil."
"Ye .... Kalau gak ada gue, Melody lama datang ke sininya." Milo menyanggah.
"Udah. Jangan pada ribut. Gue ngucapin terima kasih pada kalian yang bantuin gue." Gitar melirik Melody. "Karena kalian, gue jadian sama Melody."
"Santai aja. Yang penting jangan lupa traktirannya."
"Ye ... kalau masalah traktiran lo gercep banget." Derby melempar kentang goreng ke Milo.
Gitar berdehem. "Kalian selesaiin masalah di sini ya. Gue sama Melody mau dinner sendiri. Makanan di sini kalian aja yang makan."
"Serius makan di roftoop rumah sakit? Emang gak ada penunggunya apa?" tanya Milo. Cowok itu penakut dengan hal yang berhubungan dengan horor.
"Ada. Penunggunya ya penjaga di sini lah. Makanya jadi cowok
jangan cemen," sindir Tristan.
"Gue bukan cemen ya, tapi gantleman." Milo menyanggah ucapan Tristan.
Gitar dan Melody saling pandang, memberi kode lewat tatapan mata. Keduanya memutuskan untuk pergi dari sana.
Gitar mengajak Melody ke kafe yang jaraknya tak jauh dari rumah sakit. Tempat ini menjadi langganan sekaligus tongkrongan Gitar jika biasanya sekolah pulang lebih awal.
Keduanya masuk ke dalam. Gitar melihat meja mana yang masih kosong untuk di duduki mereka, sedangkan Melody tersenyum tipis, saat melirik ke arah bawah. Tangannya sedang di genggam oleh vokalis Axellez itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is Music
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gitar Exel Julian, merupakan vokalis dari Axellez, band terkenal di sekolahnya. prestasi-prestasinya telah diketahui orang-orang sekitar. Bahkan band yang dia bangun melalui ekstrakulikuler sekolahnya kini telah terkenal di...
