Hai Readers. Boleh minta vote dan komennya?
Jangan di plagiat okey.
~~~~~~~•~•~•~~~~~~~~~~
Semarah apapun kamu terhadap sahabatmu, pasti akan baikan juga pada saat tertentu.
~~~~~~~•~•~•~~~~~~~~~~
🍁🍁🍁
"Ngapain lo ke sini?"
Pertanyaan kerus itu keluar dari mulut Gitar.
"Bukannya lo harusnya di UKS ya. Jagain adek kelas kesayangan lo itu?" sindirnya, lalu tersenyum sumir.
Cowok dihadapan Gitar itu hanya terdiam. Mendengar ocehan sahabatnya. Sebenarnya ia ingin mengatakan sesuatu, namun belum sempat berbicara, Gitar sudah berbicara duluan.
"Bisa kita bicara sebentar." Sebelum Gitar bertanya dengan pertanyaan bertubi-tubi, Marvel sudah menimpalinya dengan ucapan.
"Tetang apa? Cewek itu?"
"Lo akan tahu nanti. Mendingan sekarang kita cari tempat yang enak."
Marvel berjalan duluan. Gitar yang tidak terima ia harus mengikuti langkah kaki Marvel, dia menambah kecepatan langkahnya agar sama dengan Marvel. Keduanya melangkah memasukki kantin.
Mereka duduk di meja Axellez. Untung saja anggota Axellez yang lain tidak berada di kantin juga. Dan kebetulan kantin di lantai tiga itu tidak terlalu ramai.
"Ngomong aja. Gak usah basa-basi." Seketika rasa lapar Gitar menghilang. Cowok itu hanya meminum air mineral yang selalu disediakan ibu kantin untuk Axellez.
"Gue minta maaf soal masalah tadi."
Alis Gitar mengangkat, menunggu ucapan Marvel selanjutnya.
"Gue belain Melody karena gue kasian sama gadis itu. Saat Melihat Melody, gue ngerasa bahwa Melody itu sama kaya Milly. Gadis yang butuh perlindungan pada saat-saat tertentu."
"Terus karena lo liat sosok Milly pada diri Melody, lo suka sama cewek itu gitu?"
Marvel menggeleng pelan, mendengar pertanyaan Gitar. "Lo tahu sendiri kan masalalu gue. Sebagai kakak gue telah gagal menjaga Milly. Dan melihat Melody gue ngerasa kalo gue gak boleh lakuin hal yang sama terhadap cewek itu."
"Jadi lo nganggep Melody sebagai adek lo doang. Gak lebih?"
Gitar sendiri tahu tentang Masalalu Marvel. Gitaris band Axellez itu mempunyai adik perempuan yang umurnya tiga tahun lebih muda darinya. Tapi sekarang dia sudah tidak ada. Akibat sakit demam berdarah yang dideritanya.
Marvel sangat menyayangi adiknya. Dia merasa gagal menjadi kakak yang baik. Waktu itu Milly sempat menelponnya untuk mengajaknya jalan-jalan di taman rumah sakit. Namun Marvel menolaknya. Dengan mengatakan bahwa Milly seharusnya beristirahat, lagi pula waktu itu Marvel sedang sibuk les musik. Jadi dia tidak sempat melihat adiknya terakhir kali sebelum Milly pergi meninggalkan dunia.
"Untung sekarang hal itu lebih baik. Tapi gue gak tau waktu yang akan datang. Perasaan bisa berubah seiring waktu," ujar Marvel, menjawab ucapan Gitar baru saja.
Gitar mengangguk mendengar ucapan Marvel. Dia membenarkan bahwa perasaan bisa berubah seiring waktu. Hal itu pun ia alami bersama Viola. Dulu saat kelas sepuluh, Viola mengungkapkan perasaannya untuk Gitar, namun cowok itu menolaknya. Dengan alasan bahwa anak kelas sepuluh seharusnya memikirkan pelajaran. Bukan pacaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is Music
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gitar Exel Julian, merupakan vokalis dari Axellez, band terkenal di sekolahnya. prestasi-prestasinya telah diketahui orang-orang sekitar. Bahkan band yang dia bangun melalui ekstrakulikuler sekolahnya kini telah terkenal di...
