Part 62 - Berusaha Damai

663 74 20
                                        

Selamat datang di part 62.

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.

Happy Reading

🍁🍁🍁
Pada akhirnya, tidak ada masalah yang lenyap dalam sekejap. Meskipun ada, dia pasti kembali datang lagi, lagi, dan lagi. Yang paling penting, kita harus berdamai dengan keadaan. Toh, masalahnya akan hilang sendiri kalau sudah bosan menghampiri.
🍁🍁🍁


Melody masih berkutat dengan pulpennya. Gadis itu masih mencari jawaban matematika dari soal yang diberikan guru. Hari ini kelasnya sedang ada ulangan harian. Meskipun dadakan tapi sebelumnya guru sudah meminta muridnya membaca selama 10 menit materi yang sudah dipelajari.

Sesekali Willona menoel-noel lengannya untuk meminta bantuan.

"Ada guru, Willo." Peringat Melody.

Willona melirik bu guru yang masih asik dengan ponselnya. Entah menonton youtube atau bermain game online, dia tidak peduli. Yang penting tugasnya selesai dengan bantuan dari sahabatnya. "Dikit doang, Mel. Tulisin di kertas dong."

Melody memutar bola mata, lalu menuliskan susunan cara yang ia gunakan untuk mencari jawaban. Kertas yang sudah ia bentuk bulatan itu ia lontarkan pada Willona.

"Kok cuma caranya doang, gak sama isinya?" Protes Willona.

"Biar lo mikir. Kalau nyontek terus kapan mandirinya? Lo lebih percaya sama orang lain daripada diri lo sendiri?" Melody berdecak di akhir kalimatnya.

"Ya elah, Mel. Kan gue beneran gak bisa, wajar dong kalau tanya. Orang bilang, malu bertanya sesat di jalan." Dan jika sesat dalam mengerjakan matematika, pasti nilainya jelek.

"Tapi kalau tanya terus itu malu-maluin," sarkas Melody. "Apalagi kalau ulangan. Itu bukan wajar lagi, tapi kurang ajar namanya."

Bibir Willona mengerucut. Tapi dia tak ambil pusing. Bahkan jika ada kesempatan sering mencuri-curi jawaban Melody dengan memancangkan lehernya seperti jerapah.

"Willona. Kamu ngapain?" tanya Bu Rima.

"Mau pinjem penghapus, Bu, ke Melody." Willona menyengir, untuk menutupi rasa malunya. Karena hampir ketahuan mencontek.

"Hilih. Bohong tuh, Bu. Palingan mau nyontek Melody," sahut seorang cowok dari belakang.

"Enak aja. Emang lo?" Willona tidak terima.

"Sudah-sudah. Lebih baik lanjutkan pekerjaan kalian. Sebentar lagi bel istirahat. Bagi yang sudah silahkan kumpul ke depan."

"Mampus, gue baru soalnya doang lagi." Willona memegangi dahinya.

Melody geleng-geleng. Padahal dia sudah memberi jalan agar Willona mengerjakan. Tapi tetap saja yang dibutuhkan gadis itu adalah contekan. Walaupun ini ulangan harian, tapi Melody tidak mau memberi jawabannya secara cuma-cuma, jika orangnya saja tidak mau berusaha.

Bel istirahat berbunyi. Pas sekali, Melody telah menyelesaikan semua latihannya. Entah benar atau salah itu urusan nanti, yang penting ia telah berusaha.

"Will. Gue nitip kumpulin dong." Melody menyerahkan lembar jawabannya ke Willona.

"Idih, tadi aja gue gak dikasih tau jawabannya."

Love Is Music Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang