Holla Readers.
Gak nyangka ya udah mencapai part 40.
Hem... kira-kira cerita ini mau sampai part berapa ya?
Warning!!!
Tolong ramaikan kolom komentar biar aku lebih semangat menulis part-part selanjutnya.
Happy reading.
🍁🍁🍁
Terkadang, kita terlalu sering memperhatikan orang lain. Hingga tidak sadar di belakang ada orang yang lebih peduli dengan kita daripada orang yang kita pedulikan.
🍁🍁🍁
Motor yang dikendarai Kenn telah sampai dihalaman rumah Willona. Kenn tadi yang meminta Willona untuk datang ke rumah Melody. Maka mengantarkan Willona pulang adalah kewajibannya.
"Thanks ya, lo udah nganterin gue pulang."
Willona turun dari motor.
"Iya. Sama-sama."
"Gue masuk ya?" Willona hendak membuka pagar rumahnya. Tapi Kenn mencegahnya.
"Tunggu!"
"Kenapa?"
"Helm gue masih di kepala lo tuh."
Willona memegang kepalanya. "Oh iya." Dia segera melepasnya dan memberikan helm itu pada Kenn. "Nih."
Kenn menyantelkan helm itu ke motornya. "Yaudah sana masuk."
"Lo hati-hati ya."
"Iya. Makasih udah khawatir ke gue." Kenn melihat Willona yang terus memperhatikannya. "Ngapain lo liatin gue segitunya. Gue gantengnya?"
Willona telah tertangkap basah, mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Udah jangan sok gak tau gitu. Gue pulang dulu ya. Jangan lupa mimpiin gue."
Kenn menyalakan motornya, motor itu segera melaju, meninggalkan halaman rumah Willona.
"Lo sadar gak sih, Kenn. Sikap lo itu yang buat gue makin jatuh sama lo. Gue peduli sama lo, yang jelas-jelas lebih peduli sama sahabat gue sendiri."
Willona masuk ke dalam rumahnya.
🍁🍁🍁
Pagi ini Melody mengawali harinya seperti biasa, dengan bersekolah. Sebenarnya orangtuanya menyarankan agar Melody di rumah saja. Agar anak perempuannya itu istirahat. Mereka takut kejadian penculikan kemarin membuat Melody trauma.
Tapi Melody bertekat untuk sekolah. Dia yakin Kenn akan melindunginya. Kini gadis itu telah berada di dalam kelas bersama Willona.
"Emang lo udah baikan, Mel. Apa gak sebaiknya tiduran aja di rumah?" Willona bertanya. Dia khawatir tentang keadaan Melody.
"Gue udah baikan, kok. Lagian kalo gue di rumah, bakal ketinggalan pelajaran dong."
Willona tahu betul, Melody bukan orang yang rela meninggalkan pelajaran demi istirahat. Jika berada di rumah, gadis itu malah tambah kepikiran dengan pelajaran di sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is Music
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gitar Exel Julian, merupakan vokalis dari Axellez, band terkenal di sekolahnya. prestasi-prestasinya telah diketahui orang-orang sekitar. Bahkan band yang dia bangun melalui ekstrakulikuler sekolahnya kini telah terkenal di...
