[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
Gitar Exel Julian, merupakan vokalis dari Axellez, band terkenal di sekolahnya. prestasi-prestasinya telah diketahui orang-orang sekitar. Bahkan band yang dia bangun melalui ekstrakulikuler sekolahnya kini telah terkenal di...
Jangan lupa dengerin lagu di atas ya. Anggap aja itu suaranya Melody.
Mana suaranya gaes?
Semoga suka ya sama part ini. Happy Reading.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
I
ni gambar Melody lagi nyanyi gantiin Gitar.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° Kompas kini menunjukkan arah yang benar padamu. Mungkin benar, dulu kamu tersesat, ingin melupakan segalanya dalam sesaat. Sekarang impian itu kembali padamu, dalam genggaman waktu. °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
🍁🍁🍁
Setelah selesai mengambil kostum yang akan digunakannya untuk lomba nanti, Gitar kembali pulang ke rumahnya. Untuk mandi dan mengambil gitar baru pemberian papanya. Hari ini Gitar bukan hanya bernyanyi, tapi juga memainkan alat musik yang menjadi namanya. Gitar.
Kini, Gitar telah usai mandi dan mengenakan kostum rancangan desainer terkenal yang ia pesan dari butik ibunya. Sambil bercermin, Gitar menyisir rambutnya agar terlihat rapih. Menurutnya penampilan adalah hal yang utama.
"So perfect."
Bukan hanya penampilan pakaian, Gitar juga berdoa supaya penampilannya nanti bersama Axellez begitu sempurna. Dan dia juga ingin menunjukkan pada mantan pacar sahabatnya itu jika tidak ada yang bisa mengalahkannya di dunia musik.
Ponsel Gitar berdering. Menandakan panghilan masuk. Rupanya Derby yang menelponnya. Gitar lantas mengangkatnya.
"Hallo," sapanya, pada orang di seberang sana.
"Gitar, lo dimana. Gue sama yang lain udah nungguin di tempat biasa nih?" Derby sepertinya sudah lumayan lama berkumpul di tempat yang dia bicarakan tadi.
"Gue di rumah. Lagi siap-siap."
"Buruan. Kasian kak Kaiden udah nunggu."
Sepertinya mereka tidak bisa santuy.
"Kalian berangkat duluan aja kalo gitu. Entar gue nyusul."
Lagipula Gitar juga masih membereskan sesuatu.
"Beneran nyusul gak lo? Entar gak dateng lagi." Nada suara Derby seperti tidak yakin.
"Gue nyusul lah. Inikan momen bersejarah untuk kita. Gak mungkin gue kecewain Lovelez dan sekolah kita."
"Oke. Gue pegang ucapan lo. Buruan nyusul ke sekolah ya. Gue sama yang lain mau otw ke sana."