Dafa baru saja mendapatkan pesan dari bunda, menyuruhnya untuk cepat-cepat pulang kerumah itu yang membuat dafa sangat khawatir.
Dafgam pun yang masih dalam perjalan pulang setelah bimbel langsung buru-buru pulang, karna bundanya menyuruhnya harus ada di rumah sebelum jam 17:00 sore.
Dafa dan dafgam sampai rumah secara bersamaan. Mereka masuk dengan terburu-buru takut terjadi yang tidak di inginkan.
“Assalamualaikum, bun dafa pulang”.
“Assalamualaikum, bun dafgam pulang”.
“Waalaikumsalam warohmatullahi wabbarokatuh” . dafa dan dafgam mencium punggung tangan bundanya.
“Bun ada apa?” tanya dafa.
“Iya ada apa nyuruh harus sampe rumah sebelum jam 17:00?”.
“Ngk ada apa-apa ko” tersenyum “Ya sudah kalian bersihin badan kalian yah”.
Dafa dan dafgam saling bertanya-tanya dan sambil mengedikan bahu.
Dafa ia pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas.
Dafa terkejut saat melihat baju setelan lengkap dengan sepatu, dafa tidak tau apa dari semua ini.
Ada selembaran surat yang tergeletak.
Teruntuk anak bunda...
Di pake yah nak, bunda udah siapin semuanya. Di pake buat malam ini.
Nanti malam kita akan makan bersama. Jam 19:00.
Dafa tidak mengerti apa maksud dari surat bunda itu.
Ia melihat kemeja berwarna biru dongker dan celana hitam, dafa bertanya-tanya apa maksud dari semuanya itu.
★★★
Tok tok tok...
“Siapa?”.
“Ini mamah, kamu lagi apa?”.
“Mamah boleh masuk?”.
“Iya masuk aja”.
Rafzsih melihat anaknya yang sedang tiduran sambil memainkan ponselnya.
“Kamu belum siap-siap?”.
“Siap-siap apa mah?” tanya balik.
“Ya ampun rafa! kan mamah udah bilang kalo kita makan malam, malam ini kamu lupa?”.
Nyengir “Lupa mah”.
Rafzsih menyuruh rafa duduk di meja rias, sedangkan mamahnya sibuk memilihkan pakaian untuk rafa.
“Mah, masa baju rafa di acak-acak sih, mamah cari apa?, pake baju yang kaya biasa aja sih mah”.
“Ngk sayang” mamahnya menemukan apa yang ia cari sedari tadi “Nah kan ketemu”.
Dress berwarna biru dongker. “Mah masa itu? Ngk ada yang lain?”.
“Gk ada! Buruan pake!”.
Rafa memakai dress yang panjangnya sampai di atas mata kaki “Mah, kenapa harus ini sih?”.
“Uhh, kamu keliatan makin cantik” mamahnya menyuruh rafa duduk kembali, entah rafa menurut saja untuk malam ini ia tidak mau banyak membantah.
Ketika membuka mata yang ia lihat di cermin seperti bukan dirinya tetapi seperti putri yang turun bak dari langit.
KAMU SEDANG MEMBACA
DAFA RAFA (Selesai)
Teen FictionRank # 1 watsy 5 oktober 2019 Rank #1 watsy 22 september 2019 Rank #1 watsy 3 Desember 2019 Rank #1 tenlove 22 februari 2020 Rank #2 perjodohan 6 maret 2020 Rank #1 rumit 2 april 2020 🗣 Cerita dewasa 📢untuk kalian-kalian yang masih di bawah umur 1...
