Bulan lalu
Pada saat itu dafa rafa dan anak-anaknya menginap dirumah, semuanya baik-baik saja, ya seperti biasa rumah bunda sangat ramai jika sudah ada darren dan dara. Banyak galak tawa, kekacauan, keributan dafa dan rafa yang berbeda pendapat. Tapi saat sedang asik-asiknya. Tamu pun datang. Dan merubah segala suasana rumah.
“Mari masuk” ujar bunda “Ada apa yah malam-malam begini kerumah?” tanya spontan karna ini sudah sangat malam, dan tidak biasanya ia kedatangan tamu.
“Mari duduk” sambil mengendong dara. “Rafa ambilkan minum buat nadda, maaf pak rumahnya acak-acakan maklum lah ada cucu” ujar papah.
Sedangkan yang tadinya ketawanya paling keras, sekarang ia sedang duduk dari kejauhan. Dafgam tau mereka datang kerumah ingin meminta pertanggung jawaban. Tapi apa yang harus dafgam tanggung jawab dia tidak melakukan apa-apa.
“Gam, ini ada nadda loh sama orang tuanya bukannya salaman” ujar bunda. Dafgam mencium punggung tangan om dan tante. Dan rafa membawa minum untuk nadda dan keluarganya.
“Diminum dulu” ujar papah “Kenalin ini anak saya bukan menantu, namanya rafa istrinya dafa dan mereka anak-anaknya yang perempuan namanya dara yang laki-laki namanya darren” ujarnya mengenalkan rafa.
“Yang mendingan kamu bawa anak-anak tidur udah malem”.
“Iya mas, ayo” menggendong kedua anak-anaknya.
Dafgam berusaha biasa saja sekarang, ya memang dia tidak melakukan kesalahan apa-apa jadi tidak perlu ditakuti.
“Sebelumnya kami mohon maaf telah menganggu waktu bapak dan keluarga, ya jadi begini yang namanya orang tua mana melihat anaknya di perlakukan seperti ini”.
“Maksutnya bapak bagaimana ya saya tidak mengerti? Anak saya dan anak bapak berteman baik-baik saja, dan saya juga kenal bapak bukan satu atau dua hari tapi bertahun-tahun”.
“Iya seperti itu, memang. Tapi kelakuan anak bapak menurut saya itu kurang baik terhadap putri saya sehingga nadda ia sekarang sedang mengandung, dan itu perbuatan anak bapak. Karna yang saya tau nadda dekat sekali dengan putri saja”.
“Tapi pak tidak mungkin agam melakukan seperti itu. Saya tau betul anak saya seperti apa” ujar bunda membela, bunda dan papah sangat syok mendengarnya.
“Tapi bu ini sudah terjadi bagaimana?”.
“Iya om, ga mungkin lah adik saya melakukan perbuatan menjijikan seperti itu, saya tau betul adik saya seperti apa karna saya abangnya” bela dafa “Siapa tau aja anak yang di kandung itu bukan anaknya dafgam”.
“Om pasti yakin kalau ini anaknya dafgam?, nadda saja sedari tadi hanya diam dan tidak bilang kalau ini anaknya dafgam?”. Dafa tidak mau kalah.
“Baaa...bang ini anaknya agam” ujar nadda mengelus perutnya yang membuncit.
“Ga...ga mungkin!” teriak rafa dari tangga “Lo salah orang ga mungkin dafgam melakukan perbuatan seperti itu!”. Semua mata tertuju kepada rafa saat ini “Saya tau betul dafgam, saya tau dia semenjak sma, mana mungkin dafgam nekat melakukan perbuatan seperti itu, nadda gue tau lo bohongin keluarga lo sendiri lebih baik lo jujur, lo ga malu apa hah jadi orang” tak mau kalah rafa membela dafgam.
“Alah, tau apa kamu. Saya yakin kamu juga nikah sama dafa karna hamil duluan kan? Mana mungkin dafa mau nikah sama anak ingusan seperti kamu”.
Semuanya berdiri, sambil menunjuk ke om “Jaga bicara anda” dafgam dan dafa serempak. Dafgam yang sedari tadi diam kini angakat bicara. Ia diam bukan tidak mau membela dirinya. Ia diam karna mau mendengar terlebih dahulu, tapi kalau tidak masuk di akal dia akan membela.
KAMU SEDANG MEMBACA
DAFA RAFA (Selesai)
Teen FictionRank # 1 watsy 5 oktober 2019 Rank #1 watsy 22 september 2019 Rank #1 watsy 3 Desember 2019 Rank #1 tenlove 22 februari 2020 Rank #2 perjodohan 6 maret 2020 Rank #1 rumit 2 april 2020 🗣 Cerita dewasa 📢untuk kalian-kalian yang masih di bawah umur 1...
