♥Dafa Rafa #42♥

6.5K 154 14
                                        

Rafa di periksa oleh dokter hendri teman dafa. Ternyata rafa hanya kelaparan saja itu yang membuat perutnya terasa sakit. Padahal cuma tidak makan, tapi sampe segitunya dafa khawatir.

3 tahun kemudian.

Percaya tidak percaya darren punya adik lagi dan seorang laki-laki, padahal rafa tidak ingin punya anak lagi ya rasanya masih terasa jahitan di perutnya sekarang di buka lagi. Ya karna efek kebablasan, rafa tidak mau pasang kb Kalau ia memilih pil rasanya seperti orang penyakitan, kalau suntik ia takut gemuk, spiral? Owh now ia tidak mau kemaluannya di pegang orang lain, apa lagi tangan seseorang masuk kedalam vagina, cukup tangan dafa saja tidak boleh orang lain, saat rafa menyuruh dafa untuk vasektomi ia tidak mau ia marah besar, dan dafa masih ingin punya anak dari rafa lagi, tapi saat rafa ia ingin tubektomi ia jauh lebih marah, dafa bilang anak itu titipan yang harus di jaga. Ya jadi saat melakukan hubungan badan dafa selalu pakai kondom. Tapi pada saat itu ia lupa.

Beberapa bulan sebelumnya.

“Yang, aku mau lagi” ujar dafa.

“Aku capek, bukannya tadi siang sudah?, masa masih kurang? Yang bener aja”.

“Ko ngomong gitu? Dosa kamu kalo nolak!, lagian kalo kamu pengen aku selalu siap walaupun aku capek, kalo ga di kasih nanti kamu marah, masa kamu kaya gitu ke aku”.

“Kamu tuh aneh deh, semenjak minum obat sama jamu dari kakek kamu tuh beda kamu sering ngajak aku mulu, terus lama lagi maennya punya aku juga sakit tau, coba mana aku mau liat” dafa memberikan bungkus obat dan bungkus jamu yang kakeknya berikan “Tahan lama, lebih panjang, menambah nafsu gairah” menoleh kearah dafa “Pantas saja, kamu lebih kuat, beda lagi ga kaya biasanya” tapi dafa sudah menciumi leher rafa.

“Ayolah, selagi masih muda ini, aku juga masih kuat, lagian nanti kalau aku sudah umur 50an aku ga bakalan senafsu ini, terus maennya sebentar doang sampe kamu minta lagi-lagi”.

“Masa iya?” menautkan kedua alisnya “ya kamu itu loh minta ga tanggung-tanggung seminggu 7 kali untung dirumah sendiri bukan dirumah orang tua”.

Tapi dafa sudah melepaskan pakaian rafa satu persatu, percaya lah kalau dafa sudah minta kepada rafa walapun rafa bilang capek ataupun tidak mau, kalau sudah dafa bilang pengen ya harus begitupun sebaliknya jika rafa sedang pengen-pengennya secapek apapun dafa ia juga harus mau.

Dafa juga merasa aneh pada dirinya sendiri saat ia melihat rafa sedang memakai celana di atas lutut dan hanya memakai tantop saja, ia lebih bergairah nafsu seketika, cepek kerja gajihan di undur banyak masalah ketika ia melihat istrinya ia jauh lebih semangat, apa lagi rafa sering melayani dafa, dafa sangat suka itu.

“Yang ko berdarahan si, kaya masih perawan aja” ujar dafa.

“Ga tau mas, punya kamu agak panjangan mentok sakit juga, kamu juga maennya pelan-pelan kan sakit, yang cepet dong kan kalo sama-sama keluarkan enak”.

“Capek yang, pelan tapi pasti. Gantian kamu di atas”.

Dafa sangat suka desahan rafa, apa lagi saat berhubungan intim rafa menagis kesakitan, rafa sangat suka itu entahlah kaya baru berhubungan badan saja.

2 Jam dafa berhubungan, ia tidak tidur sekarang sudah jam 03:00 pagi, kuat bukan? Jamu dari kakek benar-benar manjur mujarab top cer lah pokonya

“Sakittttt”. Menagis memeluk tubuh dafa yang tidak memakai kain sehelaipun yang hanya ditutupi selimut.

“Uh, sayang” mengelus rambut rafa dan mencium kening yang penuh dengan keringat “Ga apa-apa, nanti juga hilang sakitnya, orang punya kamu tambah rapet jadi sedikit sakit gitu yang”.

“Yang aku lupa deh”.

“Lupa apa?”.

“Aku ga pake”.

“Apa?!, mas. Nanti kalau aku hamil lagi gimana? Kamu ga kasian sama aku? Anak-anak kita aja masih kecil-kecil”.

“Ya ampun yang, kalo hamil itu alhamdulillah dong, banyak anak banyak rezeki” mengelus punggung rafa.

“Iya kamu ngomong kaya ga punya lak-lakan aku yang hamil, ngelahirin juga, walaupun aku ga bisa ngelahirin normal tapi sama aja aku juga sakit, lagian kenapa sih kamu selalu lupa bukan hanya ini lo kamu lupa kemarin-kemarin juga sama” menagis lebih kecang. Kalau sudah begini ia tidak tega juga ia tau gimana rasanya karna bundanya menceritakan proses melahirkan anak kembarnya.

“Ya maaf yang, ia aku salah, udah mendingan tidur udah mau subuh juga” memeluk tubuh rafa.

“Tapi mas”.

“Sudah aku capek ngantuk”.

“Mas!!!”. Menguncang-guncangkan tubuh dafa.

Banyangkan saja betapa susahnya menggurus 3 anak sekaligus, disaat umur rafa masih terbilang cukup muda ia sudah sibuk menggurus ketiga anaknya. Rumah rafa tidak pernah rapih selalu berantakan, mainan berserakan dimana-mana. Rumahnya tidak pernah sepi selalu ramai akan keributan anak-anaknya.

“Bi, sudah masak?”.

“Sudah bu”.

“Anak-anak di suapin aja dulu, saya mau bangunin mas dafa dulu”.

“Ah iya bu”.

rumah mereka sudah jadi, rumah mereka beda perumahan dengan mamah dan bundanya, tapi cukup enak juga karna dafa bisa deket kerumah mamahnya dan juga deket kerumah bundanya. Rumah terdiri dari 2 lantai, lantai bawah khusus untuk ruang keluarga, ruang tv, dapur, ruang tamu dan tempat main anak-anak dan juga kamar bi arum, sedangkan di lantai atas khusus untuk kamar, kamar rafa dan dafa, kamar darren dara dan darga ketika nanti mereka sudah besar, tapi sekarang kamar itu dijadikan tempat main anak-anak dan tempat kerja dafa dan tempat beribadah.

Owh ia adik dara dan darren bernama Darga Dfraz Darendrha, ia baru berumur satu tahun, tapi ia sudah bisa berjalan.

“Mas bangun udah jam 10”. Mengerjai dafa. Karna dafa janji akan pergi mengajak anak-anak main ketaman.

Dafa langsung bangun dan mengambil handuk sampai ia menabrak pintu kamar mandi “Awwwww” memegangi kepalanya yang kesakitan.

Terbahak “Makannya kalau sudah bangun jangan tidur lagi”.

“Lah? Semalem aku udah capek ngantuk letih lesu kamu ngajak ena-enaan! Tambah capek aku!, lagian kenapa sih kamu, jangan-jangan kamu minum obat dari kakek? Kan sudah aku buang”. Ujar dafa.

Nyengir “Iya itu di buang, tapi aku minta kek kakek mau nyoba aja gitu eh malah langsung ga tahan, sebelumnya aku nonton dulu sebelum minum eh pas kamu pulang aku udah keluar enak sih yang” nyengir “Lagian kalau aku lagi pengen emang tega ga mau ngasih? Terus aku minta gituan ke orang lain emang boleh, ya kalo boleh sih mau nyari yang lebih wahh gitu”. Ledeknya.

“Lah? Orang punya aku aja kamu nangis kesakitan, apa lagi punya orang lain? Emang punya aku masih kurang?”

“Pantes aja, aku udah ga kuat. Tapi kamu masih kuat aja sampe aku lemes, tetep aja kamu paksa kan gini aku jadi capek. Kamu juga yang nyuruh untuk buang itu, biar ga sexs mulu tapi kamu malah minta ke kakek gimana sih kamu” marah.

“Ya elah mas, itukan sudah satu tahun yang lalu sebelum darga lahir, kamu lupa? Lagian kamu jugakan yang suka kaya gitu? Biar ga pindah ke punya orang!”.

“Awas aja kamu kalo gantahan minta ke orang!”

“Iyaaa suka banget” memeluk tubuh rafa “Kamu jangan keseringan nonton terus praktekinnya susah kalo ga ada aku, kan aku udah ajarin kamu gaya-gaya yang enak buat berhubungan, udah jangan nonton lagi nanti nafsukamu tambah gede terus aku hilap kamu punya anak lagi kan aku juga yang kena semprot kamu”.

“Ya makanya di keluarinnya di luar, jangan di dalem” mendorong tubuh dafa“Sana mandi bau badan kamu”.

“Ya elah yang punya kamu aja udah cukup ga usah punya orang, mana mungkin aku kaya gitu. Lagian punya kamu ga bakalan abis”.




Tbc.





Awas!!!

DAFA RAFA (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang