Diruangan rafa tidak ada siapa-siapa dafa pergi entah kemana, tadi harris melihat bundanya pergi juga entah kemana. Kini saatnya ia melancarkan aksinya.
Harris masuk kedalam ruangan rafa, ia melihat rafa yang sedang terbaring tidak berdaya di banker, tubuhnya penuh dengan seleng yang menempel sebagai penompang hidupnya.
“Rafa sayang”mencium kening rafa “Gimana? Sakitkan? Kamu sih nikah sama sidafa terus kamu ngaundang aku, terus hamil anaknya, kamu jahat makanya kamu jadi kaya gini, itu karma buat kamu ninggalin orang yang benar-benar sayang sama kamu”.
“Rafa, aku bakalan terima kamu sama anak-anak kamu jadi aku mohon yah kamu ceraiin dafa dan nikah sama aku mau kan?” mecengkram dengan keras bahu rafa“Apa kamu ga mau?” membanting bahu rafa dengan kedua tangannya “kamu harus mau! Kalo kamu ga mau dafa juga ga boleh milikin kamu jadi kamu harus mati” terbahak “Iya kamu harus mati!”.
Harris melepaskan semua alat bantu pernafasnnya dan mencabut semua selang-selang yang menjadi penopang hidupnya.
Setelah itu ia pergi dengan senyum yang sangat merkah.
★★★
Dafa kembali setelah mengganti pakaiannya.
D
afa terkejut saat melihat rafa yang sedang kejang, semua alat perafasannya tidak terpasang, dan bundanya juga tidak ada, vapilum rafa kosong tidak ada yang jaga sama sekali
“Rafa!”.
“Rafa”.
Dafa memasangkan semuanya dan syukurlah ia tidak datang terlambat, kalau tidak istrinya tidak terselamatkan, mungkin.
Bundanya pun datang setelah pergi dari toilet.
“Bunda dari mana sih, rafa bun rafa untung saja dafa tidak telat datang”.
“Kenapa? Ada apa? Bunda tadi kebelet”.
“Kayanya ada yang seneng liat rafa meninggal”.
“Maksutnya kamu apa bunda ga paham”.
Dafa pergi dari rumah sakit dan ia tau itu perbuatan siapa.
★★★
“Tinggal nungguin kabar dari rumah sakit, pagi ini semoga ada kabar baik”.
“Dan gue bakalan bahagia banget hari ini”.
“Tapi lo kelewatan ris lo ga boleh gitu”. Ujar prempuan itu sambil mabuk dan juga harris sudah menambahkan obat tidur yang dosisinya tinggi.
“Ya ga apa-apa lo juga mau dia matikan biar lo bisa deket sama dafgam".
“Tapi....tapi itu ga baik ris”terbahak “Ko gue ngantuk ya”. Menguap.
Harris dan nadda sama-sama mabok pagi ini, harris mengajak nada kesebuah rumah tempat biasa ia mabok bersama dengan teman-temannya, harris yang dulu kini sudah berubah.
“Rafa? Ini lo rafa? Bukannya lo dirumah sakit? Masa lo disini?”. Mencium bibir nadda dengan sangat rakus dan menelanjagi nadda.
“Lo mabok? Gue nadda bukan rafa”. Dan nadda menikmati semuanya ia juga melihat harris itu seperti dafgam.
Yang harusnya tidak di lakukan, harris melakukan itu kepada nadda sahabatnya dafgam, ia meluapkan hasratnya kepada nadda dan nadda hanya diam saja ia hanya tersenyum dan menahan sakit dengan mata kantuk. Gila bukan.
Saat terbangun ia kesakitan di bagian kewanitaanya sebenarnya apa yang terjadi siang ini, sekarang sudah menunjukan pukul 10:00. Nadda lupa kalau sekitar pukul 04:00 pagi harris mengajak untuk bertemu ada hal yang penting katanya.
Ia melihat tubuhnya yang tidak memakai kain sehelai pun dan juga harris yang tidur di sebelahnya dengan terlanjang dada. Sebenarnya apa yang terjadi pagi tadi?, nadda lupa semuanya, nadda hanya ingat ia di beri minuman terus ia langsung kantuk, apa mungkin ah tidak mungkin, nadda memberikan kehormatan yang ia jaga selama belasan tahun ini di rengut oleh harris. Tagisan pun pecah padahal ia menjaganya untuk di berikan kepada dafgam suatu saat nanti.
Ponselnya pun berbunyi, tertera nama dafgam yang menelfonnya berkali-kali. Tapi ia malu dengan dafgam sekarang.
Nadda pergi dari rumah itu ia menagis sambil berlari-lari.
★★★
Dafa mencoba mencari harris kemana-mana, karna ia tau yang melakukan semuanya adalah harris. Karna cuman dia yang tidak mau rafa dan dafa bersama.
Dafgam menelfonnya, sampai sekarang dafa belum kembali kerumah sakit. Dafa langsung pergi kerumah sakit.
“Gimana? Keadaan rafa?”.
“Rafa masih belum sadarkan diri tapi alhamdulillah bang rafa sudah bisa melewati masa kritisnya”.
“Rafa kamu harus bangun, kami semua khawatir”. Mengelus rambut rafa.
Ponselnya dafgam terus saja berbunyi sedari tadi, ternyata yang yang menelfonnya adalah mamahnya nadda.
'Assalamualaikum, ada apa yah tan'.
'Waalaikumsalam, gam nadda sama kamu? Soalnya nadda ga ada dirumah semenjak subuh, di bilang mau kerumah sakit sama kamu katanya mau liat bayi dafa tapi sampe sekarang nadda belum pulang'.
'Nadda ga sama saya tan, saya juga ga liat nadda ke kampus tadi, tadi pagi saya telfon dia mau ajak ke kampus bareng tapi nomornya ga aktif, saya kira nadda ga kekampus hari ini'.
'Astaga dimana sekarang nadda kalo gitu'.
Dafgam mematikan sambungan telfonnya, ia pamit kepada kedua orang tuanya kalau ia pergi mencari nadda.
★★★
Dafam sudah pergi ketempat-tempat yang biasa ia kunjungi bersama nadda, semuanya tapi tinggal satu tempat lagi yaitu danau.
Dafgam pergi ke danau yang biasa ia kunjungi, bener saja nadda disana sedang duduk melamun, seperti orang yang ingin bunuh diri.
Dafgam sengaja mengejutkan dari belakang, tapi yang terjadi nadda menagis ketakutan tidak seperti biasanya. Aneh.
“Da, lo kenapa. Gue minta maaf dong, tapi tolong lo jangan nagis”. Nadda menagis memegang kedua lututnya. “Ini gue agam, lo liat”. Mendongkak nadda langsung memeluknya tidak mau melepaskan pelukannya itu "Hey, lo kenapa? Cerita” Dafgam berusaha membujuknya. “Lo bisu? Apa lagi puasa ga ngomong sama gue?”.
Mencoba melepaskan pelukannya itu “Cerita?” menautkan kedua alisnya “Ada masalah?”. Menaik turunkan alisnya.
“Ya udah kalo lo ga mau cerita gue anterin lo pulang”. Nadda mengeleng cepat.
“Ok! Gue temenin lo disini sampe lo membaik”.
Hening menyelimuti keduanya, nadda sedari tadi memeluk dafgam saja seperti tidak mau lepas, dafgam risih sebenarnya nadda bertingkah aneh tidak seperti biasanya.
“Da, balik yuk udah sore. Nyokap lo nyariin”.
Dan akhirnya nadda mau pulang, sepanjang perjalanan pun nadda diam saja tidak seperti biasanya yang banyak kata-kata yang keluar dari bibirnya, tapi sekarang berbeda ia seperti kehabisan kata-kata.
Sebenarnya apa yang terjadi pada nadda sikapnya sangat aneh, tapi dafgam tidak mau memperpanjang masalah nadda. Yang ia khawatirkan saat ini adalah rafa, apakah sekarang ia sudah siuman?. Dafa tidak mengabarinya sama sekali.
Tbc.
Haluuu semuanya apa kabar?
Gimana suka ga sama alur ceritanya? Kalo suka commet sebanyak-banyaknya ok.
Oh ya jangan lupa vote terimakasih.
Semoga bahagia
KAMU SEDANG MEMBACA
DAFA RAFA (Selesai)
Novela JuvenilRank # 1 watsy 5 oktober 2019 Rank #1 watsy 22 september 2019 Rank #1 watsy 3 Desember 2019 Rank #1 tenlove 22 februari 2020 Rank #2 perjodohan 6 maret 2020 Rank #1 rumit 2 april 2020 🗣 Cerita dewasa 📢untuk kalian-kalian yang masih di bawah umur 1...
