♥Dafa Rafa #24♥

13.8K 181 5
                                        

5 hari berlalu sekarang dafa dan rafa sedang bersiap—siap untuk pergi ke jakarta.

“Jaga istrimu daf, kalo ada masalah jangan menghindar selesaikan dengan baik—baik, karna menghindar tidak akan menyelesaikan masalah, kamu juga harus kabarin dia jangan bikin dia menunggu dengan sabar”.

“Iya kek pasti, ya udah kami jalan duluan”. Mencium punggung tangan kakek dan di ikuti dengan rafa.

Sepanjang perjalanan hening menyelimuti keduanya tidak ada yang berbicara sama sekali, sampai rafa bosan dengan suasana sekarang.

“Ko koper gue bisa ada di lo?” tanya rafa memecah keheningan.

“Koper?, oh koper itu pas semalem mamah ngasihin itu ke gue, soalnya semalam mamah mau balik duluan”.

“Owh, tapi kenapa ga pamit dulu ke gue?”.

“Itu ga enak katanya takut lo udah tidur ”.

Rafa memegangi perutnya sambil meringis kesakitan “Lo kenapa pegangin perut kek gitu”.

“Ga apa—apa”.

“Ga apa—apa berarti ada apa-apa lo kenapa”. Menepikan mobilnya di tepi jalan.

“Ko berhenti?”.

“Gue tanya sekali lagi lo kenapa?”.

“Gue laper” nyengir.

Mengacak—acak rambut rafa “Dasar anak kecil”. Dafa mengambil sesuatu di belakang ternyata dua kantung plastik makanan, waktu itu dafa pergi ke minimarket untuk membeli berbagai macam cemilan untuk rafa, katanya rafa sering sekali nyemil.

“Sumpah demi apa Ini buat gue?”.

Dafa menganguk dan melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan sedang.

“Lo masuk kerja hari apa?” tanya rafa sambil memakan makanannya.

“Senin”.

“Ko pulangnya cepet kenapa ga pulang hari sabtu aja?”. Tanya polos rafa.

“Jumat kerumah mamah ambil barang-barang lo, sabtu pulang kerumah bunda buat ngambil  barang-barang gue, minggu kita beres—beres di apertement”.

“Owh gitu”. Rafa menyuapi makanan kemulut dafa sampai penuh dimulut.

“Minum—minum seret”.

Rafa memberikan minum ke mulut dafa.

Setalah lamanya perjalanan akhirnya sampai juga di rumahnya rafa.

“Lo masuk duluan aja biar gue yang bawa semua barang-barangnya” ujar dafa.

“Biar gue bantu”. Rafa membawa kopernya dan oleh—oleh dari kakek.

“Assalamualaikum, mamah rafa pulang”.

“Waalaikumsalam, udah pulang ayo masuk dimana suamimu?”.

“Masih di mobil ngambil barang-barang”.

“Kamu pulang kesini dulu?”.

“Iya nanti katanya besok pulang kerumahnya, ya udah rafa mau mandi gatel-gatel”.

“Assalamualaikum mah”. Mencium punggung tangan mamahnya.

“Waalaikumsalam, sini biar mamah bantu kamu pasti capek abis nyetir dari bandung sampe jakarta, sana mandi setelah itu makan yah pasti kalian lapar”.

“Tapi mah, ga usah biar dafa aja berat soalnya”.

“Ya udah, setalah itu ajak rafa turun buat makan yah”.

DAFA RAFA (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang