♥DafaRafa #11♥

14.2K 226 7
                                        

“Sudah-sudah mari duduk-duduk” ujar abi dan om.

“Kamu nungguin dari tadi fhi?”.

“Ngk dip, kita-kita juga baru sampe ko”. Ujar abi.

“Ternyata anak perawanmu sudah besar, apa dia masih manja dengan kau?”.

“Aku kasih makan jadi cepet gede, uh sekarang lebih manja dia, di rumah selalu ribut sama abangnya pusing aku, padahal cuma punya anak dua barasa punya anak tujuh”. Terkekeh.

“Lihat juga anak-anakku mereka juga selalu ribut ngk pernah akur, abangnya jarang pulang berasa punya anak satu”.

Semuanya tertawa tetapi tidak dengan ke empat remaja itu, abinya bercerita anak-anaknya dan om itu juga bercerita anak-anaknya juga, ternyata pertemanan mereka cukup lama sampai tidak akan habis obrolan mereka sampai kapan pun.

“Ya sudah mari makan”.

Hanya ada dentingan sendok yang terdengar, semuanya menikmati makan yang sudah di sajikan, memang benar harga menjamin rasa.
Makananya sangat lah lezat.

Selesai makan semuanya sibuk dengan dirinya masing-masing, Sampai pada akhirnya om itu angkat bicara.

“Jadi kapan acara lamarannya?”.

Ketika rafa ia sedang minum ia tersedak mendengar acara lamaran “Lo ngk apa-apa kan dek?”. Tanya rei.

“Lamaran siapa?”. Tanya spontan.

“Lamaran kamu nak sama anak om, ini dafa”.

Rafa dan rei melongo tidak percaya.

“Kamu udah di jodohin sama dafa, sebelum kamu masuk sekolah sma, tapi kami ingin bicarakannya nanti setelah kamu kelas 3”.

“Apa mamah tidak cerita?”. Lanjutnya.

Rafa mengeleng.

“Ya saja ikut-ikut saja lebih cepat lebih baik” ujar abi. “Ngk baik nunda—nunda hal baik bukannya begitu?”.

“Ya sudah gimana 2 minggu lagi lamarannya, terus setelah rafa lulus sekolah mereka menikah tinggal 4 bulan lagi rafa sekolah bukan?”.

Dengen mudahnya mereka mangatur acara lamarannya dan bahkan sampai acara pernihakannya nanti, bahkan tidak bertanya kepada rafa apakah ia mau perjodohan itu atau tidak.

“Gk! rafa gk mau nikah!” rafa pergi meniggalkan semua orang, ia tidak tau ternyata makan malam ini membicarakan acara lamarannya dengan dafa, rafa tidak tau soal ini, pasalnya mamahnya tidak bilang apa-apa soal ini.

Rei kecewa dengan kedua orang tuanya, ia juga tidak tau soal perjodohan adiknya ini, rei mengejar adiknya takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.

“Rafaa” teriak rei.

“Rafaaa”

Abang berlari sekencang-kencangnnya mengejer adiknya itu, ketika sudah sejajar rei memeluknya dengan sangat erat membiarkan adiknya menagis di dadanya membiarkan bajunya yang basah karna air mata.

“Rafa ngk mau nikah bang” menagis.

“Rafa belum siap”.

“Kenapa abi ngk pernah bilang sebelumnya”.

“Rafa ngk mau bang”. Terisak.

“Emang ini zaman apa masih aja di jodoh—jodohin”.

“Rafa juga mau bikin bangga mamah sama abi”.

“Udah, abang juga sama kecewa sama abi, abang tau kamu belum siap perjalan kamu juga masih panjang, abang bakalan bilang sama abi untuk batalin perjodohan ini ko”.

“Beneran bang?, abang ngk boongkan?”. Terisak.

“Iya, abang janji udah adek abang jangan nagis bedaknya luntur tuh”.

“Ihh abang!”.

★★★

“Fhi jadi gimana?”.

“Tenang aja dip, ini semua bakalan terjadi ko, 2 minggu lagi kan acara tunagan dan lamarannya, dan 4 bulan  lagi mereka akan melangsungkan pernikahan bukan begitu?”.

“Ya sudah tolong bujuk putrimu yah semoga dia mau menikah dengan dafa”.

“Tentu siapa yang tidak mau dengan dafa”.

“Duh jadi gk enak makan malam hari ini jadi berantakan” ujar mamah.

“Duh ga apa-apa, nanti kapan-kapan kita makan malam lagi biar lebih akarb”.

“Iya”.

Acara makan malam ini berantakan tidak sesuai apa yang di inginkan, wajarlah rafa tidak ingin menikah dia saja belum lulus sekolah tapi sudah di jodohkan dengan seseorang.

Keluarga om anggoro ia sudah pulang terlebih dahulu, menyusul rafa yang pergi entah kemana.

“Pah, anak omnya aja gk mau nikah, dafa juga gk mau, kenapa sih harus di jodoh-jodohin segala kaya zaman apa aja”.

“Emang kamu bisa cari prempuan kaya anak om anggoro? Anak om anggoro itu baik, sopan, berprestasi, lemah lembut, nilai lebihnya dia cantik, emang kamu bisa cari prempuan kaya dia di zaman sekarang?, Kalo kamu bisa cari yang kaya gitu di luaran sana ya udah papah akan batalkan perjodohan kamu dengan rafa”. Pergi meniggalkan kedua putranya.

“Bang”.

“Apaan?”. Menoleh.

“Kalo abang ngk mau di jodohin sama rafa, ya udah bilang sama papah kalo abang ngk mau biar dafgam aja yang sama rafa”.  Dengan santainya sambil melengag pergi.

Dafgam pergi meniggalkan abangnya, banyak pertanyaan yang bermunculan di otak dafa, berarti apakah dafgam suka dengan rafa?.
Sejak kapan?.

Dafa pulang kerumah menggunakan taksi, karna papahnya dan bundanya ia sudah pulang terlebih dahulu.

“Pah papah”.

“Ada apa sih kamu baru pulang teriak-teriak kaya kamu pikir ini hutan!”.

“Pah, papah bilangkan bakalan batalin perjodohannya?”.

“Iya, kalo kamu temuin prempuan yang papah maksud tadi!”.

“Pah gimana yang di jodohin dafgam aja sama rafa”.

“Sudah tidak waras kamu?, masa yang harus di jodohkan dafgam? Gimana masa depan adik kamu nanti? Mau di kasih makan apa anak orang hah?, kalo kamu sama rafa itu sudah jelas, kamu sudah punya pekerjaan, apertement dan tabungan kamu sudah lebih dari cukup untuk biaya kebutuhan kamu dan anak-anak sekolah kamu nanti!”.

“Tapi pah!”.

“Tidak ada tapi-tapian, suatu saat kamu akan berterima kasih dengan papah inget itu!”.









Tbc.


Setuju rafa sama siapa?.

Uhh jadi gemes deh.

Jangan lupa tinggalkan vote guys karna satu vote anda sangat berharga bagi saya....

Miradeidaraw

DAFA RAFA (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang