Egois 3

18.1K 329 15
                                        

Haaaaiiii Dimas & Ayana kembali!!!

Ayana bingung harus bagaimana menanggapi hadiah yang seharusnya di idam-idamkan pasangan yang baru menikah. Bulan madu dan memiliki anak bukanlah sesuatu yang harus mereka lakukan untuk saat ini.

Sepulang mama dan papa mertuanya,  Ayana menyidang Dimas membahas permintaan bulan madu.

"Kenapa kamu gak tolak?" tanya Ayana langsung.

Dimas yang berada di hadapannya menggaruk kepla, "Bagaimana caranya?"

"Kita harus pergi bulan madu?" dahi Ayana berkerut.

"Mau gak mau" jawabnya dengan enteng.

Ayana menatapnya sinis, "Aku gak kasih ijin kamu buat sentuh tubuhku"

Dimas terkekeh, "Hei, aku gak akan lakuin itu"

"Baguslah kalau kamu paham"

Ayana pergi meninggalkan Dimas. Pikiran Ayana masih tak karuan dengan hati berdebar mengingat permintaan kedua mertuanya. Ayana tidak bisa membayangkan adegan apa yang akan terjadi saat mereka berlibur di tempat yang sudah di tentukan orang tuanya.

*****

Keesokan paginya saat Ayana dan dimas duduk di ruang tamu, orang tua Dimas kembali datang dengan dua buah koper.

Ayana hanya bisa menggigit bibir mengingat apa yang akan terjadi,  sementara Dimas menerima kedatangan kedua orang tuanya dengan senyuman terpaksa.

Bi Ina yang berada di dapur langsung menyuguhi tamunya minuman dan beberapa makanan ringan.  Mereka semua berkumpul di ruang tamu saling berhadapan.  Ayana gugup menggesekkan kedua kakinya.

"Gimana tidurnya nak?" tanya sang papa.

Ayana senyum datar tanpa menjawab sepatah katapun.

"Pasti udah nggak sabar kan?" sambung mamanya. 

Dimas diam tak menjawab. Raut wajahnya tampak bingung? Senang? Atau marah? Entahlah,  Ayana tak bisa menebak raut wajah suami yang berada di sampingnya itu.

Papanya meneguk minuman sembari mengunyah beberapa makanan ringan di atas meja. Sementara sang mama tampak antusias memperlihatkan koper yang terlihat baru dan mengkilap itu.

"Kalian gak perlu bawa apa-apa.  Mama udah siapin semuanya di koper ini. Wis ono,  ponsel cadangan, powerbank , lengkap, " ucapnya kemudian menaruh sebuah papper bag  agak besar. "Iki kamera, lensa, dan ini hadiah buat kalian" tangannya menyodorkan sebuah kartu kredit seolah hadiah yang diberikan tak ada habisnya.

Ayana hanya senyum ramah, "Tapi Ayana belum kemas baju ma" kata Ayana.

"Ndak usah.  Ini sudah ada baju, kalian tinggal bawa diri.  Kalau gak suka beli lagi disana" kali ini papanya yang menanggapi.  Seolah tak ada cela yang bisa digunakan untuk menolak,  Ayana manut saja tanpa sanggahan apapun walaupun ia tidak mau melakukannya.

"Dimas kan ada kerjaan pa" kata Dimas tiba-tiba.

"Semua sudah di atur.  Kamu bisa cuti sebulan.  Selama lima tahun terakhir kamu belum pernah ambil cuti" jelas papanya santai.

Semakin mereka mencari cela,  semakin tak ada harapan bagi mereka untuk menolak terlebih jika melihat antusias kedua orang tuanya yang begitu luar biasa.

Ayana dan Dimas hanya bisa menuruti perintah orang tuanya.  Mereka masuk ke kamar meninggalkan kedua orang tuanya di ruang tengah menonton televisi.

Ayana mengambil tas kecil mencari apa saja yang perlu ia bawa, sementara Dimas berdiri di dekat jendela dengan satu tangan di telinga memegangi ponsel,

UNFORGETTABLE WEDDING (DIPAKSA MENIKAH ganti Judul) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang