Kita adalah parasit bagi hubungan orang lain. Sadar atau tidak, kita pernah menjadi penyebab pertengkaran orang lain karena rasa cemburu.
Warning!!! Part ini mengandung adegan 21+ (jadilah pembaca yang bijak)
Manda melamun menatap langit-langit kamarnya yang berwarna salem. Pikirannya melayang menghambur kemana-mana. Ia tak mengerti bagaimana mungkin perasaannya untuk Dimas masih begitu besar. Hasratnya untuk memiliki Dimas kembali seakan menjadi semangatnya disetiap pagi. Manda bahkan tak sendiri ia bersama lelaki yang bisa disebut kekasihnya. Hubungan mereka jelas sangat dekat bahkan intim.
Klik, pintu kamarnya terbuka.
"Belum tidur?" Kata seorang lelaki di baliknya.
Manda menatap nya sekilas, "belum."
Lelaki itu mendekat ke arahnya. "Kenapa?" Tanyanya berbaring di sisi Manda.
Manda sedikit menghembuskan napas berat. "Istrinya Dimas." Ucap Manda. "Bisa-bisanya dia playing victim. Padahal dulu dia yang merebut Dimas dari aku."
Lelaki itu tampak tak begitu suka mendengar jawaban Manda. "Dimas." Kata lelaki itu. "Kapan kamu akan berhenti menyebut namanya?"
Manda Diam.
Lelaki disampingnya memeluk Manda sembari mengusap kepalanya, "Ada aku." Ucap lelaki itu.
"Iya maaf."
Lelaki itu mengecup kening Manda kemudian bergeser sedikit kebawah dan membenamkan wajahnya tepat di payudara Manda. Manda diam tak menolak, hal seperti ini bukan hal aneh lagi baginya.
"Kamu sudah makan?" Tanya Manda.
Lelaki itu mengeluarkan wajahnya dari tempatnya, "Nanti saja." Ucapnya dengan tangan bergerilya menyusuri setiap lekuk tubuh Manda.
Bibir mereka sudah berpagut satu sama lain. Manda memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan lelakinya. Dengan keadaan bibir masih menempel tangan lelaki itu kini sudah menjelajah dua gunung yang berada di depanya.
Manda melepaskan bibirnya, "Enghh..." Ia mengerang. Nafas mereka lebih berat dari biasanya.
Lelakinya memeluk tubuh Manda erat membuat kedua payudaranya menempel pada dada bidang lelaki itu.
Dress peach yang digunakan Manda sudah tersingkap setengah badan. Pahanya yang mulus dan putih bisa terlihat dengan jelas. Lelaki itu bergeser kebawah, mencium area perut Manda yang sudah terbuka. Ia menyingkap baju yang Manda hingga terlepas. Bra berwarna merah muda yang dikenakanpun sudah terlepas. Tak ada yang tersisa. Manda benar-benar telanjang dada.
Melihat belahan Manda yang tak tertutup oleh apapun, lelaki itu segera mencumbu puting payudaranya dan meremas payudara sebelahnya dengan tangannya. Manda terus mengerang merasa geli sekaligus nikmat. Tangan Manda megangi kepala lelakinya sembari membelai rambutnya dengan penuh gairah. Lelaki itu berpindah menciumi payudara satunya dengan tangan bergerilya ke bagian perut bawah. Manda menggigit bibir begitu lelakinya menjilati putingnya. Tangan lelaki itu sudah digesek-gesekkan dibagian vagina yang masih terbungkus celana dalam.
"Emmhh..." Erang Manda dengan napas yang sangat berat.
Mendapati Manda yang mulai menikmati permainannya, lelaki itu membuka baju dan celananya. Ia mengarahkan tangan Manda kepada Mr. P meminta untuk dimainkan. Tanpa ragu Manda memainkan kelamin lelakinya sembari sesekali menciuminya dan mengulumnya tanpa rasa jijik. Lelaki itu memejamkan mata menikmati permainan tangan dan mulut Manda pada Mr. P nya.
Setelah merasa puas lelaki itu membaringkan Manda, mengangkat kakinya agar sedikit terbuka lalu menggesekkan Mr. P nya di vagina. Masih dengan celana dalam, lelakinya menciumi vagina Manda lalu membuka celananya perlahan. Ditatapnya belahannitu sebelum akhirnya ia memainkan nya dengan mulut dan tangannya. Manda merasa sangat bergairah begitu lelakinya memainkan lidah dibagian bawahnyam matanya terpejam menikmati setiap sentuhan yang diberikan lelaki itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNFORGETTABLE WEDDING (DIPAKSA MENIKAH ganti Judul)
Romance#21+ (Wajar) Bagaimana jika aku mencintai kekasihku tapi aku harus menikah dengan kekasih orang lain? Bagaimana jika aku tak menyukai pernikahan ini? Menikah muda dan bahagia adalah dua kata berbeda. Pernikahanku justru merenggut segalanya, ia me...
