suami istri 2

29.9K 464 3
                                        

Dimas masih tertegun di dalam kamar mandi.  Kenapa wanita berhanduk tadi begitu susah dilupakan.  Dia terlihat seksi dengan handuk yang melilit sekujur tubuhnya.  Ah,  apa yang aku pikirkan.  Keluh Dimas dalam hati.  Tapi jelas saja dia tak bisa memungkiri bahwa Ayana pagi ini cantik.

Dimas mengguyur tubuhnya dan berusaha menghilangkan pikiran tentang Ayana.
Selesai mandi ia meraih handuknya dan melap sekujur tubuhnya lalu keluar dengan telanjang dada.

Dimas melihat Ayana yang sudah rapi duduk di depan violet dengan rambut yang dibiarkan tergerai. Ayana melihat Dimas yang ada di hadapannya dengan tatapan heran,  Dimas lebih heran mendapat tatapan Ayana yang entah apa maksudnya.

"Apa?" tanya Dimas.

Aya memalingkan wajah pada cermin, "Waktu mandimu lebih kilat dibanding TIKI"

"Lalu?"

Ayana menatap Dimas dari cermin yang ada di hadapannya, "Pasti asal mandi" tandasnya.

Dimas mendekatkan tubuhnya pada Ayana, "Kamu bisa cek,  sudah wangi dan bersih belum" tukasnya.

Ayana menoleh dan mendapati dada telanjang Dimas yang tepat berada di hadapannya.  Ia tertegun dan kemudian segera bangkit. Dimas menyadari kecanggungan situasi ini dan langsung memiringkan badannya.

"Aku duluan" kata Ayana kemudian keluar dengan terburu-buru.

Dimas tak menjawab hanya sedikit mengipaskan rambutnya yang basah. Ia kemudian menghela napas tepat saat Ayana keluar kamar.

Dimas dan Ayana sudah selesai makan. Mereka bersiap mengantar Ibunya pulang kerumah.  Dimas sedikit tidak rela karena merasa asing di keluarga ini.

Ayana menyalami tangan mertuanya yang hendak berpamitan. "Baik-baik yo nduk, sehat terus" ujar mama mertuanya.

Papa mertua Ayana tersenyum ke arah istrinya,  "mama iki piye to.  Wong iki umah e nduk ayana yo pasti baik disini" tuturnya.

Mama mertuanya yang berdiri di samping Ayana sedikit merajuk, "Lho papa ini,  sekarang kan  Ayana sudah berkeluarga, jadi yo kudu baik-baik. Jangan ribut terus.  Telpon mama saja kalo Suamimu itu bikin jengkel, biar mama yang bereskan" ujarnya,  "Dimas, kamu jaga Ayana dengan baik ya"

Dimas yang berada sedikit jauh dari Ayana mengiyakan perintah ibunya.  papa & mama mertua Ayana kemudian pergi dengan benz berwarna hitam yang perlahan-lahan mulai tak terlihat.

Dimas bingung harus apa,  dia di berikan cuti selama seminggu dan dia tidak tau untuk apa waktunya harus di habiskan di rumah orang lain yang kini menjadi rumahnya secara tidak langsung. Ia sedikit menghela napas,  mama Ayana yang kebetulan melihat Dimas langsung paham mengenai apa yang Dimas rasakan.

"Masuk yuk" ajak mamanya.

Dimas sedikit terkejut merasakan sentuhan di pundaknya, "Ah iya tan..." ucap dimas terhenti "Mah" koreksinya.

Ayana sudah masuk ke rumah terlebih dulu.  Dia sudah menonton acara televisi di depan ruang keluarga. Mama mertua Dimas masuk mendahuluinya dan pergi entah ke sudut rungan mana sementara Dimas melangkah sembari menundukan kepala memegangi bagian belakang kepalanya yang sama sekali tak gatal itu. Harus ke mana dan mau apa aku? Keluhnya dalam hati.

Maaf sedikit dulu,  lanjutannya segera aku update. CMIIW

UNFORGETTABLE WEDDING (DIPAKSA MENIKAH ganti Judul) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang