****
Prilly melirik ke arah jam dinding, sudah menjelang larut malam tetapi Ali belum kunjung pulang ke rumah. Pria tampan itu sudah berjanji sebelumnya untuk pulang lebih cepat karena urusannya hanya pergi ke kantor maskapai. Prilly sudah mencoba menghubungi Ali, namun tak kunjung di angkat oleh suaminya itu.
Pandangan Prilly terus ke arah jendela, berharap Ali segera pulang dan menikmati waktu mereka bersama.
"Prill, sebaiknya kamu ke kamar dan tidur. Kasihan kamu pasti capek nunggu Ali di sini" ujar Mamah Ully.
"Enggak, mah. Aku masih harus menunggu Ali pulang" tolak Prilly.
Mamah Ully menghela nafasnya pelan.
"Baiklah, tapi kalau kamu capek lebih baik kamu istirahat ke kamar" pesan Mamah Ully.
Prilly hanya menanggapi dengan anggukan kepala.
Ting!!!
Ali:
"Sayang... Temuilah Pak Ahmad sekarang, nanti dia akan mengantarmu ke suatu tempat"
Prilly mengernyitkan dahinya bingung setelah membaca pesan dari Ali.
'Mengantarku ke suatu tempat?' batin Prilly bertanya.
Tanpa mengulur waktu lebih lama, Prilly segera mencari keberadaan Pak Ahmad sang supir. Ia sangat penasaran dengan maksud dari pesan yang Ali kirim tadi.
Pak Ahmad yang menyadari kedatangan seseorang pun menoleh ke arah kanan dan mendapati sosok Prilly yang sedang berjalan menghampirinya. Pria paruh baya itu pun langsung membungkuk hormat.
"Selamat malam, nyonya" sapa Pak Ahmad hormat.
"Pak Ahmad.. Kata Ali, Bapak akan mengantarkan saya ke suatu tempat?" tanya Prilly memastikan.
Pak Ahmad mengangguk sopan.
"Mari saya antar, nyonya. Tuan Ali sudah menunggu" ucap Pak Ahmad.
****
Ali masih setia berdiri menunggu kedatangan Prilly. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi Prilly saat di beri suprise darinya.
"Prilly pasti sedang di jalan menuju ke sini" gumam Ali.
Seketika senyum manis Ali terulas kala ia melihat sebuah mobil berjalan mendekatinya. Tanpa bertanya apapun Ali sudah tahu siapa yang berada di dalam mobil tersebut. Tentu saja Prilly.
"Hai, sayang" sapa Ali.
Prilly menatap sekelilingnya, terdapat rumah yang begitu indah dan besar namun tak sebesar rumah orang tuanya. Pandangan Prilly kembali kepada Ali yang berada di hadapannya. Sosok yang ia tunggu kepulangannya, namun Pria tampan itu justru berada di tempat asing ini.
"Kita ngapain ada di sini, Ali? Ayo kita pulang saja" ucap Prilly.
Ali meraih kedua tangan Prilly, kemudian membawanya ke dalam pelukan yang selalu menghangatkan jiwanya.
"Happy Anniversary" bisik Ali.
Prilly tersenyum, kemudian ia pun membalas pelukan Ali.
"Happy Anniversary" balas Prilly.
Ali pun melepas pelukannya, ia ingin memandang wajah cantik istrinya tanpa rasa jenuh sedikitpun.
"Kamu cantik tanpa make up seperti ini" puji Ali.
Prilly tersipu malu mendengarnya. Ia tidak pernah berubah kala setiap Ali merayunya atau memujinya. Ali terkekeh pelan melihat tingkah Prilly yang menggemaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY
Fanfiction#297 in Fanfiction 02/05/2018 #3 in Ali 10/05/2018 #18 in pilot 10/05/2018 Aliandra Matthew Pratama. siapa yang tidak ingin menjadi pendamping hidup seorang captain tampan? Captain tampan itu bernama Aliandra Matthew Pratama. Di usianya yang masih 2...
