Sorry for typo(s)
Setelah kembali dari kantin rumah sakit menuju ke ruangan Jaemin, Chae Yong dikejutkan oleh dua sosok laki-laki dan perempuan kemudian di atas ranjang Jeno merengkuh tubuh Jaemin seakan melindunginya dari mereka yang akan mengambil anak itu.
Jungjin melangkah maju dengan tatapan bertanya, "Maaf. Kalian siapa?"
Senyum itu terlihat ramah, sang wanita dengan rambut hitam diikat kuda kemudian menghampiri sembari tangannya terulur, "Perkenalkan, namaku Kim Ilona," kemudian menoleh pada laki-laki di sampingnya, "Ini suamiku Kang Ryeo."
Chae Yong berjalan mendekati kedua anak itu dan menyentuh kedua tangannya. Memang tidak ada yang aneh dari mereka, tetapi firasat wanita itu sedikit tidak nyaman kala melihatnya. Ia lebih memilih diam dan membiarkan sang suami yang menghadapinya.
"Lee Jungjin, ada perlu apa jika saya boleh tahu?"
"Kami petugas sosial, tetangga dari keluarga Na menghubungi kami untuk permintaan mereka karena Na Jaemin mendapat perlakuan tidak baik oleh ibunya."
Kedua kening pasangan itu saling mengerut, Chae Yong memberi tatapan tak suka kemudian sambil berjalan maju. Tidak ada percakapan seperti ini sebelumnya, bahkan setelah Jaemin dilarikan ke rumah sakit para tetangga tak ada satupun menjenguk, alih-alih perhatian justru mengirim dua petugas panti asuhan seperti ini tentu saja istri Jungjin itu tidak menerimanya.
"Saya akan bicara pada polisi supaya Jaemin berada dalam pengawasan keluarga kami," balas Chae Yong sedikit tegas.
Di belakangnya, Jeno tidak mengerti maksud para orang dewasa tersebut. Namun, mendengar kata panti asuhan, ia tidak menyukainya. Lengannya begitu protektif melindungi Jaemin di sana.
"Maaf Nyonya, tidak semudah itu Anda mengklaim seseorang untuk menjadi bagian keluarga. Ada proses yang harus dilalui, kami diberi kepercayaan sebagai tempat perlindungan Na Jaemin."
Peraturan pemerintah yang mengharuskan mereka harus patuh. Memang benar tidak semudah itu Chae Yong membawa Jaemin ke rumah, tetapi ada satu hal yang bisa dia gunakan sebagai alasan untuk mempertahankan anak itu lebih lama lagi.
"Jaemin mengalami trauma, dia hanya menerima kehadiran keluarga kami. Saya khawatir jika dia ikut dengan Anda justru akan menimbulkan masalah."
Kalimat tersebut membungkam keduanya, mereka saling menatap dengan senyum tipis. Paham akan situasi seperti ini, Ilona menganggukkan kepalanya.
"Ah, kalau begitu kami akan kembali jika keadaan Na Jaemin sudah membaik."
Tidak ada jawaban dari pasangan keluarga Lee tersebut. Namun, setelah kehadiran mereka membuat Chae Yong semakin berniat menjaga Jaemin dari apapun itu.
***
"Nilai Jaemin jelek ya. Pasti kalah dengan Jeno lagi," keluhnya dengan bibi tercebik.
Posisi tidurnya berbaring ke kiri menghadap Chae Yong yang sedang duduk sambil mengupas buah menyunggingkan senyumnya, menyuapi satu potong pada Jaemin.
"Kalau Jaemin sembuh, nanti Jaemin bisa sekolah kembali lalu memperbaiki nilai supaya bagus."
Bibirnya mengembung karena buah yang masih dikunyah, jemari wanita itu mengusap puncak kepala Jaemin. Genap tiga hari keduanya tidak masuk sekolah, Chae Yong sudah mengajukan diri pada pihak sekolah untuk menjadi wali Jaemin sementara waktu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dilecto✓
FanfictionTeruntuk kalian yang pantas dicintai. Termasuk dirimu, Na Jaemin.
