PEREMPUAN
bukan mainan untuk dipermainkan
Bukan makanan gratis bisa dicicipi
Dan bukan pula permen karet yg diludahi sehabis manisnya hilang
Melihat Dyah yg dari tadi asyik dengan hp nya membuat harith gemas sendiri,dari harith pulang kerja sampai sekarang tangan Dyah masih menggengam hp apa sesibuk itu! harith tak tau mau bagaimana mengundang perhatian Dyah matanya fokus pada layar sesekali hanya melirik harith namun tetap saja hp lah pemenangnya, sejujurnya harith berkata cemburu meskipun hanya dengan hp harith berbicara tak ikhlas mata Dyah buat hp, ada ada saja
"yang" panggil harith pada Dyah yg masih melihat hpnya
"Apa" gumam Dyah pelan sambil terus menatap layar hp tanpa menoleh pada harith
"Sibuk?" Tanya harith
"Aku lagi dapet Konsul" jawab Dyah sambil menatap harith
"Lama"cemberut harith dari tadi saat Dyah pulang dinas dirinya dicueki Dyah terus
"Ada apa sih?" Dyah heran harith ini kenapa
"Ah kamu" jawab malas harith
"Dari tadi Lo aku dicuekin, ga sama sekali di prioritaskan huuu" lanjut harith
"Ya sekarang mau apa" Dyah juga tak menatap harith matanya fokus pada layar jarinya sibuk mengetik
"Pengen di elus kepalanya sama kamu" manjanya harith
"Bentar" jawab Dyah
"Berapa lama lagi,bosen tau"tak kalah sengit harith
"5 minutes okey" lirik Dyah pada harith
"Halah"seekenanya harith dengan muka cemberutnya
"Mayah mayah" Dyah berbicara seperti anak kecil membuat harith gemas saja
Harith sudah diam, bosan memang menunggui orang yg sibuk dengan hpnya yg disebelah seperti Ter acuhkan dengan sengaja nya yg membuat harith unmood
"Mas hayith mas hayith"panggil dyah sambil Dyah menoel dagu harith yang terlihat unmood sekali
"Ga ganteng Lo kalo marah,gantengnya ilang" lagi Dyah membujuk harith sambil dipegangnya lengan tangan harith, susah payah Dyah membujuk harith namun harith masih diam saja
"Ngambek nih"Dyah sambil bangkit dari kursi niatnya ngerjain harith lagi tapi yg mau dikerjai seperti tak ingin jauh dari Dyah 1 cm sekalipun
"Mau kemana" harith segera meraih tangan Dyah
"Males sama orang ngambek ga jelas"jawab Dyah pada harith
"Aku ngambek juga jelas dicuekin kamu" muka harith seperti sudah unmood sekali membuat Dyah merasa bersalah saja entah apa sebabnya
"Aku dapet konsulan, ini menyangkut nyawa. kamu bisa kan ngertiin aku sedikit, aku memang beda dengan perempuan yg lain,disinilah tugasku sebagai dokter" Dyah berkata halus sambil duduk kembali di sebelah harith,manik mata Dyah ini begitu sangat menenangkan bagi harith
"Udah sini" suruh Dyah pada harith
"Gini kan dari tadi" harith masih mendumel sendiri Dyah yg mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya dan langsung mengelus rambut harith pelan
"Kamu sekarang kok manja, suka di elus kepalanya" heran dyah,awal menikah dengan harith yg Dyah amati harith tak pernah manja sekarang astagfirullah seperti tak mau lepas dengan Dyah bahkan seperti orang yg kasmaran ketika sedang sama sama kerja harith akan berbalas pesan dengan Dyah sampai tak ada habisnya meskipun nanti sampe rumah juga bertemu
"Enak tau, tangan kamu halus" Memang sekarang hal seperti itu menjadi candu bagi harith terhadap Dyah
"Halus? Ini udah kasar gara gara jadi istri kamu" candanya Dyah pada harith
KAMU SEDANG MEMBACA
GARIS TAKDIR
DiversosDYAH ANCCI WIRASTI KENCANASARI segala upaya telah aku lakukan segenap doa sudah aku panjatkan jika memang tadirku seperti itu aku bisa apa .yah usaha dan doa bagiku usaha yg utama lalu doa yg menjadi petunjuknya HARITH JATI RIMBA TSURAYA apa yang ak...
