Prilly baru saja memejamkan matanya saat mendengar teriakan sang Mami meminta pertolongan. Dengan cepat Prilly beranjak mencepol kembali rambutnya sebelum melangkahkan kakinya menuju pintu kamar.Prilly semakin mempercepat langkahnya saat suara Maminya terdengar semakin nyaring. "Ada apa sih Mi?"Prilly ikut berteriak sambil melangkahkan kakinya menuju pintu depan.
"Cepat kemari Dek! Tolongin Mami!"Prilly benar-benar mempercepat langkahnya dan sampai didepan pintu mata Prilly membulat sempurna saat melihat Maminya sedang memangku kepala Ali yang tak sadarkan diri.
"Ya Allah Mas Al!" Prilly segera menekuk lututnya jika tidak mengingat perutnya mungkin dia sudah menubruk Ali.
"Mas Al kenapa Mi?"Tanya Prilly dengan kepanikan luar biasa.
Soraya menggelengkan kepalanya, "Mami nggak tahu tiba-tiba Ali pingsan. Ini pada kemana sih orang-orang giliran minta tolong nggak ada satupun yang datang!"Tanpa sadar Soraya mulai memaki orang-orang yang tak kunjung datang menolong menantunya.
Prilly masih berusaha menyadarkan Ali dengan menepuk-nepuk pelan pipi suaminya Soraya juga melakukan hal yang sama sampai tiba-tiba suara mobil memasuki rumahnya. Soraya menghela nafas lega saat melihat Reza melompat keluar dari mobilnya.
"Ya Tuhan kenapa endingnya begini sih?"Gerutu Reza sebelum mengambil alih tubuh Ali dari sang Mami lalu menggendongnya memasuki rumah.
Soraya tidak terlalu menghiraukan apa yang di katakan oleh putranya. Dengan cepat dia bangkit menyusul Prilly yang sudah mengikuti langkah Reza. Soraya segera berlari menuju meja dimana ponselnya berada dengan cepat dia menekan panggilan menghubungi Dokter untuk memeriksa Ali.
"Cepatan Dokter! Jangan sampai menantu saya kenapa-napa."
Soraya mematikan sambungan telfon lalu menghubungi suami dan Abi putra sulungnya. Lalu dia juga menghubungi Adik lagi memberitahukan keberadaan dan keadaan Ali saat ini.
"Jangan lupa kasih tau Ibu ya Nak. Mami tunggu kalian di rumah hati-hati di jalan."Soraya memutuskan sambungan telfon dengan Mona adik Ali.
Setelah selesai menghubungi Dokter dan keluarganya Soraya segera melangkah menuju kamar dimana Ali berada.
"Sayang, Mas kenapa? Mas bangun dong!"Prilly mengusap lembut pipi suaminya. Wajah Ali terlihat begitu pucat.
"Sebenarnya ada apa sih Bang? Kenapa Mas Al bisa tiba di rumah kita dengan keadaan seperti ini? Abang jujur sebenarnya apa yang terjadi setelah aku pulang?"Prilly mulai memberondong Reza dengan berbagai macam pertanyaan sampai Reza bingung harus menjawabnya.
Soraya membuka pintu kamar tepat saat Reza mengulurkan undangan yang menjadi penyebab Ali seperti dilansir ini.
Prilly menatap undangan di tangan Reza dengan bingung namun tetap menerimanya begitu pula dengan Soraya yang merasa penasaran dengan undangan yang di berikan Reza pada Adiknya.
"Apa ini Bang?"
Reza menghela nafas, kenapa pertanyaan Prilly sama dengan Ali? Ya kali itu Ijazah semua orang sampai nenek-nenek pun tahu itu undangan kenapa ditanya lagi coba.
"Undangan kan ini ada bacaannya."Jawab Reza sedikit sewot sambil menunjuk tulisan undangan pada Adiknya.
Soraya nyaris menempeleng putra nakalnya ini jika Prilly buru-buru berteriak hingga membuat Soraya dan Reza terkejut bukan main.
"INI MAKSUDNYA APA SIH BANG?!"Prilly tak dapat menahan diri agar tidak meneriaki Abangnya.
Soraya segera mengambil undangan ditangan putrinya dan dia sama terkejutnya dengan Prilly ketika melihat nama Prilly terpampang disana.

KAMU SEDANG MEMBACA
After Wedding (Mas Al nikah Yuk)
RomantizmGk tau gimana alurnya, yang penting nikmatin aja karena setelah nulis Mas Al nikah Yuk! Ide semua Mentok ke cerita ini. Jadi bagi yang penasaran ayokk dibaca..😉