hidup 11 - ujaran ghibah

1K 50 0
                                        

Saat hidupmu tenang-tenang saja, waspadalah akan ada masalah besar yang datang.

-Istri korban drama 20 episode-

Adelia bangun dengan sambutan tidak biasa. Bang Alif udah tampil kece badai didepan cermin dengan jas kenamaan dan parfum yang semriwing.

Lenggak-lenggok body Alif didepan benda yang memantulkan penampilannya itu. Membuat radar sang istri jadi lebih tajam.

Jangan-jangan dia mau  ketemu sama si doi. Kan tanggal reuninya udah deket. Batin Adel.

Tak beberapa lama kemudian, Alif membalikkan badan. Melihat posisi Adel yang masih terpejam, -padahal pura-pura- ia mencium keningnya.

"Mas berangkat dulu. Cepet sembuh say."

Tangan kanan Alif mengusap kening Adel yang panas karena demam dan berjalan mundur menutup pintu dengan pelan.

Telinga Adel memastikan langkah Alif sudah turun ke lantai 1. Dan ia bergegas bangun. Melirik jam yang menunjukkan pukul 08.00 kemudian ia cepat-cepat melonggok ke jendela.

Dimana Alif berjalan menyebrang jalan lalu menghentikan taksi dan pergi.

Dan setan pun berbisik "suamimu pergi mau ketemu cewek lain lho."

Secepat kilat Adel bangun dan jiwa bar barnya hidup. Mandi tidak sampai 5 menit, mengenakan pakaian yang ia gantung dan berpenampilan natural alias tanpa makeup babar blas.

Setengah jam ia menunggu, kursi lobby yang kosong perlahan mulai terisi.

"Excuse me, can i help you?" Tanya seorang resepsionis cantik dengan baju press body.

Welah dalah. Tiap hari mas Alif tontonan begini ya jadi seger tuh mata.

"Saya mau ketemu sama Alif. Bagian konstruksi."

Resepsionis itu menyentuh layar monitor dan memeriksa kehadiran karyawan.

"Maaf. Alif sedang keluar. anda bisa kesini  1 jam lagi."

Kobaran itu semakin luas didalam hati Adel. Terlebih saat ia melihat chat suami dan saat ini ponsel alif sudah diubah ke mode password.

Menikah -Selesai-Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang