Taehyung menjadikan satu tangannya sebagai bantalan, sementara tangan satunya lagi memegang pinggang lebar jungkook yang kini memantul diatas perutnya.
Pemandangan yang begitu indah, sesekali ia menghentak dari bawah namun tidak terlalu kencang.
"ssshh- pelan-pelan, hei" taehyung memegang perut besar jungkook saat dirasanya lelaki manis itu kini bergerak naik-turun tak terkendali. Sejak tadi bahkan jungkook tak berhenti merengek gelisah akibat penyatuan mereka setelah sekian lama.
Ini bahkan masih pukul 10 pagi dan sinar matahari sudah lancang masuk kedalam kamar mereka. Tubuh putih jungkook terlihat sangat bersinar dan indah, ditambah lagi sebuah tatto didaerah tulang selangkanya. Benar-benar seksi dan taehyung tak tahan melihatnya....
Lelaki tan itu bangkit, membantu jungkook untuk bergerak sementara dirinya juga ikut menghentak teratur dari bawah. Mendongak dan menatap wajah cantik jungkook saat mendesahkan namannya entah yang keberapa kalinya.
"t-tae, ugh. Cepat-" jungkook menjambak keras surai taehyung, ia sangat gemas. Dibawah sana terasa gatal dan nikmat secara bersamaan.
Taehyung mengecup bibir plum jungkook yang sedikit terbuka itu, mengulum bibir bawah jungkook yang menjadi favoritnya setiap hari. Ia gemas, sesekali membetulkan poni berantakan si manis dari dahi berkeringatnya.
Beberapa kali taehyung terlihat hilang kendali dan menghentak dengan keras, namun jungkook dengan cepat menyadarkan bahwa ada adik bayi didalam perutnya. Sampai jungkook sudah mendapat pelepasan yang entah keberapa kalinya hari itu, mereka berhenti sejenak meski taehyung belum mencapai pelepasannya.
"ugh, tae~" jungkook mengambil nafas nya banyak-banyak. Ia lelah sungguh, mendongakkan kepalanya keatas saat taehyung justru menggerayangi leher dan dada besarnya yang kini menjadi lebih sensitif semenjak ia hamil.
Bercak ruam merah menghiasi tubuh putih itu, tak terhitung berapa banyak dan taehyung sunguuh bangga pada mahakaryanya.
Kedua tangan besarnya kembali memberi jungkook isyarat untuk bergerak kembali, namun taehyung merasakan bahwa kini jungkook menggeleng diatasnya.
"aku lelah, tae~"
"kalau begitu aku saja yang bergerak" suara taehyung tercekat oleh nafsu, tangannya sudah menggapai pinggang jungkook namun jungkook malah beranjak dari pangkuannya yang otomatis membuat penyatuan mereka terlepas.
Taehyung total kalap dengan mulut yang terbuka. ia tak mengerti jalan pikiran jungkook sekarang. Ia bahkan belum mencapai pelepasannya, bagaimana nasibnya sekarang?
"sayang, bagaiman denganku?" taehyung mencoba berkata lebih lembut pada jungkook.
Jungkook hanya membalas dengan cengiran kelincinya dan menarik selimut putih mereka untuk menutupi tubuh telanjangnya hingga ke leher. Astaga, taehyung ingin marah saja rasanya.
"aku lelah, tae. Sepertinya adik bayi sudah puas dikunjungi oleh papah-nya"
Taehyung mengusak rambutnya frustasi. Dilihatnya lagi privasi-nya yang tegak mengenaskan, jungkook dan hormonnya memang sialan. Tidak menyerah, taehyung mencoba memojokkan jungkook ke kepala ranjang dan mengurungnya.
"kumohon bantu aku, sayang. Kali ini saja, ya?"
Jungkook tertawa kegelian saat taehyung mnembakkan kecupan basah pada telinga kanan dan lehernya. Mendorong wajah lelaki itu menjauh, ia menggeleng dengan ekspresi meledek yang sangat mengesalkan dan lucu dimata taehyung.

KAMU SEDANG MEMBACA
I wish•tk-end
Ficção Adolescentehubungan mereka itu rumit. ◾️ berdoa saja, semoga taehyung diberi kesadaran akan perasaanya pada jungkook sebelum terlambat. ◾️